Jumat, 04 Mei 2018 04:30 WITA

Ingin Lebih Produktif? Cobalah Siklus Tidur Uberman

Editor: Nur Hidayat Said
Ingin Lebih Produktif? Cobalah Siklus Tidur Uberman

RAKYATKU.COM - Tidak ada istirahat yang paling sempurna selain tidur. Mulai dari pikiran sampai mood saat siang hari ternyata dipengaruhi kualitas tidur pada malam hari. 

Bahkan, tidur di siang hari juga memengaruhi tingkat kecerdasan. Meskipun tidur sangat bermanfaat bagi otak, durasinya tetap perlu diatur. 
Dua orang paling jenius dalam sejarah, Leonardo da Vinci dan Nikola Tesla, memiliki prinsip "makin sering tidur, makin banyak hal yang akan hilang dalam hidup". 

Mereka juga mengatakan membatasi waktu tidur akan memberi keajaiban pada tingkat produktivitas. Kedua jenius itu memiliki siklus tidur intens yang disebut dengan "Uberman". Siklus ini membagi tidur dalam enam sesi dengan durasi waktu 20 menit setiap harinya. 

Diberitakan Kompas melansir Curiosity, praktik tidur ini didasarkan pada bentuk ekstrem tidur polifasik, untuk tidur dalam jangka waktu yang pendek lebih dari tiga kali dalam sehari. 

Harus dicatat pola tidur ini sangat tidak biasa. Menurut penulis buku Why We Nap, Claudio Stampi, dengan durasi tidur 1-2 jam setiap hari, Da Vinci memperoleh 6 jam kerja produktif setiap hari. 

"Dengan mengikuti cara unik ini, dia mendapatkan peningkatan 20 tahun produktivitas selama 67 tahun hidupnya," tulis Stampi dalam bukunya. 

Penelitian bahkan mendukung klaim ini. Menurut riset tahun 1989 yang diterbitkan dalam jurnal Work & Stress, strategi tidur polifasik dapat meningkatkan kinerja seseorang dalam jangka waktu yang panjang. 

Namun, Anda yang tidak terbiasa dengan cara ini jangan pernah mencobanya di rumah. Kurang tidur dapat menimbulkan masalah pada otak dan bahkan menurunkan produktivitas.