Kamis, 03 Mei 2018 05:00 WITA

Pemilik Darah O Punya Risiko Kematian yang Lebih Tinggi

Editor: Jumardin Akas
Pemilik Darah O Punya Risiko Kematian yang Lebih Tinggi

RAKYATKU.COM - Golongan darah O dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi pada pasien trauma berat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka Critical Care yang melibatkan 901 pasien gawat darurat di Jepang.

Dilansir Medicalxpress, para peneliti di Tokyo Medical and Dental University Hospital, Jepang menemukan bahwa pasien trauma berat (mereka dengan cedera yang berpotensi menyebabkan kecacatan atau kematian jangka panjang) dengan golongan darah O memiliki tingkat kematian 28%, dibandingkan dengan tingkat 11% pada pasien dengan golongan darah lainnya.

Dr Wataru Takayama, penulis yang sesuai mengatakan: "Studi terbaru menunjukkan bahwa golongan darah O bisa menjadi faktor risiko potensial untuk perdarahan. Hilangnya darah adalah penyebab utama kematian pada pasien dengan trauma berat tetapi studi tentang hubungan antara golongan darah yang berbeda dan risiko kematian akibat trauma telah langka," katanya.

Pasien dengan golongan darah O telah terbukti memiliki tingkat faktor von Willebrand yang lebih rendah, agen pembekuan darah, dibandingkan mereka dengan golongan darah lainnya. Tingkat yang lebih rendah dari faktor von Willebrand mungkin terkait dengan tingkat perdarahan yang lebih tinggi. 

Para penulis menyarankan bahwa tingkat yang lebih rendah dari faktor adalah penjelasan yang mungkin untuk tingkat kematian yang lebih tinggi pada pasien trauma dengan golongan darah O. Para penulis menggunakan data dari rekam medis 901 pasien dengan trauma berat yang telah diangkut ke salah satu dari dua pusat perawatan darurat medis tersier di Jepang selama 2013 hingga 2016.

Para penulis mengingatkan bahwa semua pasien yang datanya dianalisis dalam penelitian ini adalah orang Jepang dan oleh karena itu ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut untuk memahami jika temuan ini berlaku untuk kelompok etnis lain. 

Selain itu, tidak ada evaluasi dampak dari golongan darah individu A, AB atau B pada tingkat kematian trauma berat. Sebaliknya, penulis membandingkan tipe O dengan golongan darah non-O yang mungkin telah mengencerkan efek dari tipe darah individu pada kelangsungan hidup pasien.