Selasa, 01 Mei 2018 03:00 WITA

Mitos Seks Saat Hamil yang Salah Kaprah dan Dipercaya Masyarakat

Editor: Aswad Syam
Mitos Seks Saat Hamil yang Salah Kaprah dan Dipercaya Masyarakat
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Seks saat hamil adalah aman. Bahkan seks yang dilakukan pada bulan terakhir menjelang melahirkan, bisa membantu wanita dalam melahirkan. Selain itu, seks saat hamil juga bisa membantu wanita meredakan nyeri yang muncul selama mengandung janin.

Meski seks saat hamil tidak berisiko kecuali dilakukan dengan tepat, beberapa orang banyak tidak mempercayainya. Mereka malah percaya mitos yang sejatinya menyesatkan dan harus dihapuskan.

Berikut beberapa mitos seks saat hamil yang sering dipercaya masyarakat.

1. Penetrasi dalam bisa merusak janin
Penetrasi yang dalam akan mengganggu dan merusak janin yang ada di dalam rahim. Mitos ini adalah salah. Penis tidak akan mampu menjangkau janin yang ada di dalam rahim. Kalau pun ukuran penis dari pria besar, masih ada leher rahim dan plasenta yang akan melindungi janin dari kerusakan.

2. Seks menyebabkan keguguran
Seks saat hamil tidak menyebabkan keguguran, bahkan di bulan awal kehamilan saat janin di dalam rahim belum kuat. Seks baru berbahaya kalau setelah penetrasi muncul perdarahan atau plasenta previa. Kalau ada gangguan ini coba konsultasi dengan dokter dahulu.

3. Wanita hamil tidak mudah bergairah
Bergairah atau tidaknya wanita dipengaruhi oleh kondisi tubuh. Saat trimester pertama gairah akan menurun karena sering mual dan perasaan tidak nyaman muncul. Selanjutnya pada trimester dua kondisi itu hilang dan gairah wanita kembali membaik. Pada trimester akhir wanita alami kenaikan berat badan sehingga agak susah bercinta dengan pasangan.

4. Orgasme sebabkan bayi lahir prematur
Saat mengalami orgasme, wanita akan sedikit alami kram atau nyeri selama 1-2 jam saja. Selanjutnya tidak akan terjadi apa-apa. Kalau seks dilakukan pada minggu ke 38, orgasme akan memicu wanita alami persalinan secara normal.