Selasa, 17 April 2018 18:55 WITA

Cara Atasi Anak Keras Kepala Tanpa Marah-Marah

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Cara Atasi Anak Keras Kepala Tanpa Marah-Marah

RAKYATKU.COM - Untuk menghadapi sikap anak yang keras kepala memang membutuhkan kesabaran lebih. Tetapi, untuk mengatasinya, jangan sampai anda kehilangan kesabaran dan berakhir dengan menjewer, ataupun mencubit anak.

Karena, jika mengatasi anak keras kepala dengan cara yang kurang tepat, bukannya menurut, anak bisa semakin membangkang.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat menghadapi anak yang susah diatur, berdasarkan Hello Sehat:

1. Dengarkan pendapat atau keinginannya
Jika si kecil mulai ngotot untuk mendapatkan keinginannya, Anda tarik napas sejenak dan dengarkan apa alasan dari keinginannya. Jangan langsung melarang atau tidak memperbolehkannya terkait keinginannya, tapi tanyakan dengan tenang.

Anda bisa coba untuk mengingatkannya dengan nada yang tegas dan alasan yang jelas untuk menentang keinginannya. Seperti alasan kesehatan, ataupun terkait dampak buruk dari keinginannya.

2. Jangan memaksanya, buatkan pilihan
Bila Anda tidak berhasil membujuknya, Anda tidak boleh memaksanya menuruti keinginan Anda. Ini akan membuat anak semakin membantah dan memperburuk suasana. Anda perlu memperhatikan pilihan kata, nada suara, atau tindakan yang Anda gunakan.

Sebagai gantinya, duduklah di sampingnya, tunjukkan ketertarikan apa yang dia lakukan. Saat Anda menunjukkan kepedulian, anak akan merespons bahwa Anda menghargai apa yang ia inginkan.

Selang beberapa saat barulah ajukan pilihan untuk anak. Misalnya, pilihan untuk terus begadang atau berikan tantangan untuk bangun pagi selama 10 hari berturut-turut untuk mendapatkan hadiah.

Anak yang keras kepala biasanya lebih aktif dan menyukai tantangan. Bisa juga disiasati dengan menawarkan permainan seperti berlomba siapa yang paling cepat sampai ke kamar tidur dan berganti piyama.

3. Jangan jadi keras kepala di depan anak
Anak belajar dari apa yang dilihatnya sehari-hari. Maka jika dalam keseharian Anda menunjukkan sifat yang keras kepala terhadap hal-hal yang kecil sekalipun, jangan heran jika anak Anda juga jadi memiliki sifat demikian.

Hampir setiap orangtua pasti pernah menghadapi anak keras kepala yang menangis meraung-raung supaya keinginannya dituruti. Misalnya, karena tidak mau berbagi mainannya dengan teman. Kebanyakan orangtua cenderung langsung naik pitam “Stop nangisnya!” atau langsung mengancam kekerasan seperti “Kalau nggak berenti nangis, ayah pukul, ya!”

Daripada marah dan mengancam yang bisa bikin suasana makin panas, lebih baik sampaikan baik-baik seperti, “Ayah tahu kamu marah, tapi kalau kamu menangis terus Ayah nggak tahu kamu maunya apa. Coba pelan-pelan bilang ke Ayah.” Dengan begitu, anak akan belajar bahwa ngambek tidak akan membuat keinginannya terpenuhi, tapi justru dengan bicara baik-baik.

Ketika ia berhasil menyampaikan bahwa ia tidak ingin berbagi mainan favoritnya, Anda bisa sengaja bermain bersama dengan anak dan mainannya. Kemudian Anda bisa pura-pura meminjam mainan tersebut dengan sopan.

Saat si kecil mencoba merebut mainan dari tangan Anda, mengalahlah dan tetap ajak anak bermain bersama dengan tenang. Tunjukkan bahwa mainan tersebut bisa sebenarnya dipakai bersama. Tunjukkan juga bahwa dengan meminjamkan mainannya, si kecil juga bisa bertukar mainan si teman sehingga pilihannya makin beragam.

4. Biarkan anak belajar dari pengalaman
Anak memang sering kali susah untuk diatur. Misalnya, saat Anda tidak memperbolehkan anak main air karena akan terpeleset. Melarangnya melalui kata-kata kadang tidak cukup berhasil, mungkin Anda perlu memberinya sedikit kebebasan agar mereka bisa memahami apa ingin Anda sampaikan melalui pengalaman. Ini akan memberikan pelajaran penting sehingga dia tidak akan mengulangi hal yang sama.

Anak membutuhkan peraturan untuk tetap disiplin. Ini mengajari anak untuk tahu apa konsekuensi yang harus didapatnya dari perilakunya yang baik atau buruk. Buatlah hukuman secara tepat dan bijak, yang membuat anak menyadari bahwa yang dilakukannya itu salah, apalagi untuk akan yang keras kepala. Anda bisa menghukumnya dengan mengurangi jam main atau menonton tv atau dengan memberinya tugas untuk membereskan mainannya sendiri.

Tags