Selasa, 17 April 2018 05:00 WITA

Khawatir Kena Bakteri Salmonella, Lakukan Ini pada Telur

Editor: Aswad Syam
Khawatir Kena Bakteri Salmonella, Lakukan Ini pada Telur
Ilustrasi bakteri Salmonella

RAKYATKU.COM - Pernahkah Anda mendengar tentang bakerti salmonella? Bakteri penyebab demam tifoid yang mematikan ini, umumnya terdapat pada bagian luar maupun bagian dalam telur ayam, yang tidak dapat dideteksi secara kasat mata. Hal tersebut membuat telur yang tampak normal dan tidak berbau tetap bisa mengandung bakteri salmonella.

Infeksi bakteri salmonella bisa dicegah lewat pemberian vaksinasi pada ayam, sehingga telurnya aman dikonsumsi sekaligus dalam keadaan setengah matang. Namun selama keamanan telur tersebut belum bisa dipastikan, sebaiknya masak telur tersebut sampai benar-benar matang. 

Dalam mengolah makanan yang menggunakan telur, sebaiknya gunakan telur yang sudah terpasteurisasi yang umumnya tersedia di supermarket. Pasteurisasi merupakan proses pemanasan dengan suhu tinggi untuk membunuh bakteri.

Selain memasak telur sampai matang, berikut cara-cara yang bisa dilakukan agar telur terhindar dari bakteri salmonella.

- Rebus telur ayam minimal 7 menit.
- Goreng telur dengan merata pada kedua sisinya.
- Jangan membeli dan mengolah telur yang sudah rusak atau retak.
- Cuci tangan setelah telur diolah untuk meminimalisir penyebaran bakteri.
- Cuci juga peralatan yang digunakan untuk memasak telur menggunakan air hangat.
- Tempatkan telur dengan terpisah dari makanan lain dalam kulkas.
- Konsumsi segera makanan yang mengandung telur. Jika tidak segera dimakan, simpan di dalam kulkas. Namun harus segera dikonsumsi sebelum hari ketiga.
- Masa terbaik untuk mengonsumsi telur adalah maksimal 28 hari setelah menetas. Sangat penting untuk menyimpan telur dalam kulkas. Jika tidak, simpan di dalam ruangan yang suhunya di bawah 20 derajat celcius.
- Rutin membersihkan dapur dengan semprotan antibakteri.

Ada kelompok orang yang lebih rentan mengalami infeksi bakteri salmonella seperti orang lanjut usia, bayi dan balita, ibu hamil, dan orang yang sedang sakit. Gejala-gejala orang yang terinfeksi bakteri salmonella di antaranya sakit perut bagian atas, demam tinggi, sakit kepala, diare dan muntah parah, serta adanya darah pada tinja. Gejala tersebut berlangsung selama 4 sampai dengan 7 hari dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa antibiotik.

Akibat paling parah dari infeksi bakteri salmonella adalah tersebarnya infeksi dari usus sampai ke pembuluh darah serta organ tubuh lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Mengonsumsi telur secara sehat bisa dilakukan dengan merebusnya tanpa menambahkan garam atau bisa juga dibikin orak-arik tanpa menggunakan mentega, tetapi menggunakan minyak zaitun. Dianjurkan untuk tidak menggorengnya dalam rendaman minyak, karena akan menambah kandungan lemaknya.