Minggu, 15 April 2018 01:00 WITA

Tak Cuma Ganggu Aktivitas, Begadang Ternyata Tingkatkan Risiko Kematian

Editor: Andi Chaerul Fadli
Tak Cuma Ganggu Aktivitas, Begadang Ternyata Tingkatkan Risiko Kematian
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Kesulitan tidur saat malam hari tentu menganggu aktivitas seseorang. Hal itu mesti cepat-cepat diatasi agar tak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Berdasarkan sebuah penelitian baru, begadang ternyata dapat meningkatkan risiko kematian. Dikutip dari NY Daily News, peneliti dari Northwestern Medicine di Chigago dan University of Surrey di Inggris meneliti setengah juta orang dewasa berusia 38 sampai 73 tahun dengan rata-rata 6,5 tahun. 

Penelitian ini fokus untuk menemukan hubungan antara kematian dengan kecenderungan bawaan seseorang pada pagi atau malam hari.

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International ini mengungkapkan, bahwa pria dan wanita yang diidentifikasikan sebagai "orang yang sering begadang" pada awal penelitian memiliki 10% peningkatan risiko terhadap semua penyebab kematian dibandingkan dengan yang tidak begadang.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang sering begadang memiliki risiko yang tinggi terhadap penyakit diabetes, gangguan psikologis, dan gangguan saraf dibandingkan dengan orang yang tidur lebih awal.

"Bisa jadi orang yang sering begadang memiliki jam biologis internal yang tidak sesuai dengan lingkungan luar mereka," ujar penulis penelitian Kriten Knutson, profesor psikologi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine.

"Itu juga bisa terjadi karena stres psikologis, makan di waktu yang tidak tepat untuk tubuh mereka, tidak cukup berolahraga, tidak cukup tidur, terjaga di malam hari atau minum minuman beralkohol. Ada berbagai macam kebiasaan yang tidak sehat yang berhubungan dengan tidur larut malam."

Peneliti mencatat bahwa genetik dan lingkungan memainkan peran yang sama dalam menentukan apakah Anda adalah orang yang suka begadang atau tidak. Namun, satu cara untuk membantu mengubah kebiasaan tersebut adalah dengan Anda harus banyak mendapatkan paparan cahaya matahari, ujar Knutson. 

Tujuan dari penelitian ini lebih dari untuk individu. "Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang tidak dapat kita abaikan lagi," ujar rekan penulis penelitian Malcolm von Schantz, profesor kronobiologi di University of Surrey.

"Kita harus mendiskusikan mengenai orang yang memiliki kebiasaan begadang untuk menyelesaikan pekerjaan mereka lebih awal. Dan kami memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana kami dapat membantu mengatasi mereka dengan upaya yang lebih tinggi untuk menjaga jam biologis mereka."

Berita Terkait