Selasa, 10 April 2018 04:30 WITA

Keren, Obat Kanker Ini Asli Buatan Indonesia

Editor: Aswad Syam
Keren, Obat Kanker Ini Asli Buatan Indonesia
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Kebanyakan orang berpikir, bahwa obat-obatan untuk penyakit mematikan seperti kanker harus diimpor dari luar negeri. Padahal, dalam realitanya, Indonesia juga sudah mampu membuat obat kanker sendiri.

Dilansir dari doktersehat, suatu ketika, Seorang pria bernama Rudy Soetikno (Alm) terkena kanker limfoma non-hodgkin. Saat pertama kali didiagnosis terkena kanker ini, usianya sudah 78 tahun. Keberadaan kanker ini dan ditambah dengan sudah adanya penyakit jantung dalam tubuhnya tentu membuat kualitas kehidupannya menurun drastis.

Kesulitan besar Ia alami, saat harus mencari obat yang bisa mengatasi kedua masalah kesehatan tersebut secara bersamaan. Kebanyakan obat untuk kanker limfoma, ternyata tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung dan sebaliknya. Tak hanya di Indonesia, obat ini juga sulit ditemukan di Singapura, negara tetangga yang kerap dijadikan rujukan berobat masyarakat tanah air.

Rudy pun menjalani pengobatan di Muenchen, Jerman demi mengatasi masalah kesehatan ini. Di sana, Ia mengetahui bahwa kombinasi obat bendamustine dan rituximab bisa membantu penderita kanker limfoma, untuk hidup hingga 10 tahun lebih lama. Pria yang merupakan lulusan Pendidikan Farmasi dari Institut Teknologi Bandung ini pun, kemudian terpikir untuk memproduksi obat kanker ini di Tanah Air.

Rudi pun mendirikan PT Fonko International Pharmaceuticals untuk mewujudkan impiannya. Ia pun menarik putra-putri terbaik bangsa untuk melakukan riset dan pengembangan demi menemukan obat kanker berkualtias tinggi. Hasilnya adalah, empat tahun setelah perusahaan ini didirikan, obat dengan kandungan bendamustine dan ritumixab ini resmi dipasarkan dan bahkan sudah ditanggung oleh BPJS mulai April atau Mei 2018 mendatang.

Diharapkan, obat asli buatan Indonesia ini akan membantu penderita kanker limfoma untuk mendapatkan obat yang lebih mudah didapatkan dan berharga murah.

Siapa bilang perkembangan teknologi kesehatan hanya terjadi di luar negeri, Indonesia ternyata juga bisa melakukannya.