Selasa, 27 Maret 2018 04:00 WITA

Mitos atau Fakta, Wanita Berbulu Lebih Mudah Terangsang?

Editor: Aswad Syam
Mitos atau Fakta, Wanita Berbulu Lebih Mudah Terangsang?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Mungkin Anda sering mendengar ungkapan yang mengatakan, bahwa wanita yang berbulu agak lebat berarti  memiliki gairah seksual yang tinggi.

Dilansir dari doktersehat, anggapan tersebut tersebar dan sampai kini dipercaya oleh semua orang. Maka tak heran, jika ada wanita yang memiliki bulu lebat, misalnya tampak kumis tipis atau bulu di area tangan atau kaki, diperkirakan ia termasuk wanita yang hiperseksual.

Benarkah demikian? Jika benar, apa penjelasannya?

Perlu diketahui terlebih dahulu, nafsu atau gairah pada wanita dalam urusan biologis disebut libido. Libido sendiri ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya psikologis serta faktor sosial.

Faktor pisokologis meliputi pikiran, nurani, serta imajinasi. Sedangkan faktor sosial bisa meliputi pergaulan, persahabatan, maupun dunia pekerjaan. Itu adalah faktor yang bisa memengaruhi libido wanita (meningkat atau menurun).

Loading...

Jadi, anggapan mengenai lebatnya bulu seorang wanita bisa memengaruhi gairah adalah anggapan yang tidak sepenuhnya benar ataupun salah. Sebab, dalam salah satu penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan, lebatnya bulu pada wanita karena kadar hormon testosteron cukup tinggi. Seperti diketahui, hormon tersebut adalah hormon yang dimiliki oleh lelaki, namun tidak menutup kemungkinan juga wanita bisa memilikinya.

Nah, hormon testosteron merupakan elemen biologis yang hanya bagian kecil dari faktor pendorong libido. Masih banyak pendorong lain untuk meningkatkan libido.

Maka tidak sepenuhnya benar jika ada anggapan bahwa wanita berbulu lebat memiliki nafsu lebih tinggi. Bahkan, dijelaskan pula jika hormon testosteron yang dimiliki wanita memiliki andil hanya sedikit bagi peningkatan gairah seksual.

Maka sekali lagi perlu dipahami bahwa ada 3 faktor yang memengarahui hasrat atau gairah seksual wanita, yakni faktor sosial, faktor psikologis, serta faktor biologis.

Loading...
Loading...