Senin, 19 Maret 2018 03:30 WITA

Ini Perubahan yang Terjadi Pada Otak Saat Main Game

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ini Perubahan yang Terjadi Pada Otak Saat Main Game
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Maraknya game online sekarang ini, membuat para gamers menghabiskan waktu berjam-jam untuk menatap layar gadget. Seakan tidak mengenal usia, game online hampir menjadi candu bagi banyak remaja hingga orang dewasa. 

Karena penggunanya semakin meluas, para ilmuwan telah meneliti bagaimana kecanduan game online memengaruhi otak dan perilaku seseorang. Apakah main game online memberikan efek positif atau negatif? Simak penjelasannya.

Telah ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa game online dapat memengaruhi otak dan juga menyebabkan perubahan di bagian otak tertentu.

Para peneliti baru-baru ini mengumpulkan dan merangkum hasil dari 116 penelitian ilmiah untuk menentukan bagaimana kecanduan game online bisa mengubah fungsi dan struktur otak, bahkan perilaku seseorang yang memainkannya.

Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa video game tidak hanya mengubah cara kerja otak tapi juga strukturnya. Misalnya, penggunaan video game diketahui memengaruhi tingkat fokus dan
kemampuan berpikir otak. Rata-rata penelitian tersebut menyatakan bahwa orang yang main game online justru bisa lebih fokus ketimbang yang tidak memainkannya.

Penelitian juga menemukan bahwa video game meningkatkan ukuran dan kemampuan bagian otak yang bertanggung jawab atas visuospasial, yaitu kemampuan seseorang untuk menerjemahkan konsep visual (yang dilihat dari mata), seperti membaca jarak, membedakan bentuk dan warna, hingga menempatkan suatu benda. Para gamer juga mengalami perbesaran ukuran bagian otak hippocampus kanan, yang menjadi tempat memori jangka panjang terbentuk di otak.

Hati-hati, jangan sampai kecanduan game online

Pada orang dengan pecandu game, terdapat perubahan fungsional dan struktural dalam sistem reward saraf, yaitu kelompok struktur saraf yang berkaitan dengan perasaan senang, pembelajaran, dan motivasi.

Penelitian yang dipublikasikan di Addiction Biology melakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) terhadap 78 remaja laki-laki yang berusia 10-19 tahun yang didiagnosis mengalami gangguan internet gaming, dan 73 peserta lainnya tanpa kondisi gangguan tersebut. Kemudian mereka membandingkan hubungan antara 25 area yang berbeda dari otak pecandu game dengan kontrolnya.

Para peneliti juga menemukan peningkatan koordinasi antara bagian korteks prefrontal dorsolateral dan temporoparietal junction di otak,yang diduga membatasi kontrol impuls seseorang. Kondisi ini biasanya ditemukan pada pasien dengan skizofrenia, sindrom Down, dan autisme, dan orang dengan kontrol impuls yang buruk.

Meski bisa meningkatkan fungsi berpikir otak, manfaat main game online sampai saat ini masih jadi pro dan kontra. Jangan sampai Anda jadi kecanduan game online. Pasalnya, peneliti menyatakan bahwa kecanduan game online bisa menimbulkan gangguan atau masalah kesehatan tertentu.

Dilansir laman hellosehat, walaupun bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, para peneliti menyarankan setiap orang untuk membatasi kebiasaan bermain game agar tubuh tetap cukup banyak bergerak. Tubuh yang tetap aktif, maka tubuh akan tetap segar dan bugar.
 

Tags