Senin, 19 Maret 2018 04:00 WITA

Bercinta 2 Kali Seminggu Turunkan Risiko Penyakit Jantung 

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bercinta 2 Kali Seminggu Turunkan Risiko Penyakit Jantung 
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Hubungan seks selama ini memang selalu diidentikkan dengan aktivitas menyenangkan dan memberikan kepuasan. Selain itu, hubungan seks juga salah satu cara untuk mendapatkan buah hati setelah pria dan wanita menikah.

Selain dua hal di atas, seks jarang disebutkan sebagai salah satu aktivitas olahraga yang bermanfaat. Padahal, melakukan seks secara intens akan membuat tubuh berkeringat dan kalori yang dibakar cukup banyak.

Lebih lanjut, melakukan hubungan seks bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Penelitian terkait efek dari bercinta

Berdasarkan penelitian yang dikutip dari laman Dr. Mercola, pria yang melakukan hubungan seks dua kali seminggu bisa mengalami penurunan risiko penyakit jantung. Dari 1.000 pria yang dijadikan responden, peneliti menyimpulkan kalau hubungan seks menurunkan risiko penyakit jantung hingga 45%.

Angka yang diberikan oleh penelitian itu juga berdampak pada wanita. Dengan melakukan hubungan seks secara rutin minimal dua kali seminggu wanita akan jarang mendapatkan stres. Tekanan darah yang dimiliki wanita juga normal dan kolesterol tidak pernah tinggi.

2. Tetap menjaga jantung setiap hari

Berhubungan badan memang menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Namun, kita tetap harus menjaga jantung dengan baik dengan menerapkan gaya hidup sehat. Pria dan wanita tetap dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Setiap hari mereka harus berolahraga dan menjaga pola makan.

Untuk pria atau wanita yang tidak berhubungan badan, jantung tetap bisa dijaga dengan baik. Melakukan jenis olahraga seperti kardio yang mampu melancarkan peredaran dan meningkatkan kekuatan jantung akan membuat mereka jadi sehat.

Terakhir, seks memang bermanfaat untuk tubuh. Namun, Anda tidak boleh melakukannya sembarangan ya. Lakukan seks dengan pasangan, jangan gonta-ganti. Hindari risiko penyakit menular seksual yang juga berbahaya.

 

Tags