Rabu, 07 Maret 2018 20:20 WITA

Penjelasan Berhenti Makan Nasi Bisa Bikin Kurus

Editor: Adil Patawai Anar
Penjelasan Berhenti Makan Nasi Bisa Bikin Kurus

RAKYATKU.COM - Banyak anggapan bermunculan tentang berhenti makan nasi bisa menjadikan badan lebih kurus dan langsing. Bahkan, anggapan tersebut dipercayai sehingga tidak sedikit orang yang melakukan metode berhenti konsumsi nasi guna mendapatkan tubuh yang kurus dan ideal menurut mereka.

Perlu diketahui, penyebab obesitas bukanlah dari jumlah nasi yang diterima oleh tubuh, melainkan jumlah asupan kalori tinggi dan pola hidup yang tidak seimbang. Selain itu, obesitas juga bisa disebabkan karena faktor genetik dan efek samping obat-obatan. Maka dari itu, kurang tepat jika ada anggapan yang mengatakan nasi adalah faktor utama penyebab obesitas.

Alasan umum yang mengatakan nasi adalah penyebab obesitas karena kesalahpahaman dalam mengkategorikan kandungan di dalam nasi. Ternyata, bukan karbohidrat dalam nasi yang menyebabkan pengelumpukan lemak, tapi karena kandungan indeks glikemik (Glycemic Index).

Indeks glikemik sendiri merupakan jumlah kandungan gula yang meningkat dalam darah karena asupan makanan. Nilai Indeks glikemik yang disarankan oleh ahli medis berkisar antara 50, sedangkan nasi putih sendiri memiliki jumlah nilai mencapai 96. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi patokan atau alasan utama bagi sebagian orang untuk berhenti mengkonsumsi nasi dan beralih ke makanan pokok lainnya.

Menurut hasil penelitian yang dipaparkan oleh Professor Jeyakumar Henry, kepala Clinical Nutrition Research Centre (CNRC) Singapura, nasi putih bukanlah faktor utama penyebab obesitas, maka tidak ada kaitannya berhenti makan nasi dengan penurunan berat badan. Hanya saja, nilai indeks glikemik yang terdapat pada nasi dapat diturunkan dengan perpaduan lauk serta sayuran.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk memilih perpaduan nasi yang tepat. Usahakan menghindari lauk yang berminyak atau digoreng. Sebab, minyak pada makanan yang digoreng mengandung kolesterol jahat yang tinggi dan itu bisa menyebabkan diabetes serta penyakit berbahaya lainnya.

Selain itu, agar tubuh tetap dalam kondisi ideal, alangkah baiknya rutin melakukan olahraga guna menghindari obesitas yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.