Jumat, 02 Maret 2018 06:00 WITA

9 Gejala Serangan Jantung untuk Perempuan yang Jarang Diketahui

Editor: Nur Hidayat Said
9 Gejala Serangan Jantung untuk Perempuan yang Jarang Diketahui
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa perempuan lebih berisiko mengalami serangan jantung. Terlebih kepada mereka yang sebelumnya menderita diabetes, obesitas, gagal jantung, gagal ginjal, depresi, dan stroke.

Dilansir boldsky.com, berikut sembilan gejalar serangan jantung yang tidak disadari perempuan: 

1. Menstruasi Pertama sebelum Usia 12 Tahun
Penelitian menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan produksi estrogen yang bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah dan stroke.

2. Sering Flu
Flu yang buruk bisa disebabkan bakteri dan virus yang kemudian masuk ke jantung dan menyebabkan penyakit jantung atau gagal jantung.

3. Konsumsi Obat Diet
Efek buruk dari obat diet ternyata bisa mengenai jantung. Sebabnya pil diet akan meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung yang kemudian memberi tekanan berlebih di jantungmu. 

4. Kehamilan
Adanya bayi di dalam tubuh akan memberikan pekerjaan ekstra pada sistem peredaran darah. Jantung akan bekerja ekstra keras dan volume darah berlipat ganda saat kamu hamil. 

loading...

5. Patah Hati Berkepanjangan
Saat patah hati, jangan terlalu larut dalam kesedihan. Sebab, akan memberikan tekanan ekstra di jantung yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

6. Konsumsi Minuman Beralkohol
Mereka yang doyan konsumsi minuman beralkohol berada pada risiko tinggi untuk terkena penyakit jantung.

7. Menderita Penyakit yang Terkait Peradangan
Penyakit peradangan seperti rheumatoid arthritis cenderung akan menempatkan wanita pada risiko tinggi terkena penyakit jantung. Sebab penyakit ini bisa menyebabkan peradangan di tubuh dan merusak pembuluh darah yang kemudian menyebabkan terbentuknya plak.

8. Kesepian
Sering merasa kesepian dan terisolasi secara sosial memiliki risiko kena penyakit jantung lebih tinggi 30 persen.

9. Depresi
Depresi menjadi faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebab saat mengalami depresi, hormon stres atau kortisol akan meningkat yang disertai dengan risiko penyakit demikian.

Loading...
Loading...