Jumat, 09 Februari 2018 20:31 WITA

Ilmuan Berhasil Kembangkan Telur Manusia

Editor: Jumardin Akas
Ilmuan Berhasil Kembangkan Telur Manusia
D. Phillips / SCIENCE PHOTO

RAKYATKU.COM - Untuk pertama kalinya, telur manusia yang telah lama dikembangkan para ilmuan mencapai kondisi matang di laboratorium. 

Telur yang dihasilkan tersebut kini siap untuk dibuahi. Jika berjalan baik dan kondisi telur sehat, temuan ini dinilai dapat digunakan untuk membantu wanita yang menderita masalah kesuburan.

"Ini benar-benar menarik," kata Michael Dahan di McGill University Health Center di Montreal, Kanada. "Ini memiliki potensi untuk pengobatan," katanya dilansir newscientist.com

Pencapaian ini termasuk luar biasa. Sebab sebelumnya, para ilmuwan telah mencoba untuk mengembangkan sel telur dan sperma manusia di laboratorium selama bertahun-tahun. Ini dilakukan untuk lebih memahami bagaimana sel ini bekerja dan membantu wanita yang tidak subur. 

Namun, dari sejumlah percobaan sebelumnya mereka hanya berhasil pada hewan seperti tikus. "Bekerja dengan jaringan tikus sangat mudah," kata Evelyn Telfer di University of Edinburgh, yang memimpin proyek baru tersebut. 

Menurutnya, komposisi jaringan manusia sangat berbeda dan tidak langsung. "Hal ini sebagian disebabkan oleh adanya beberapa sel pendukung yang mengelilingi telur, sehingga lebih sulit untuk mengaksesnya", katanya.

Namun, setelah bertahun-tahun tim Telfer akhirnya berhasil mengatasi masalah tersebut dan menghasilkan telur pertama manusia di laboratorium.

Dalam prosesnya, peneliti memulai dengan mengambil jaringan ovarium dari 10 relawan wanita dengan cara operasi caesar. Tim kemudian mencari apa yang disebut "folikel primordial". 

Folikel Primordial adalah sebuah struktur kecil yang melepaskan sel telur. Folikel primordial kemudian ditempatkan dalam cairan kaya nutrisi yang membuat mereka tumbuh. 

Telfer dan rekan-rekannya kemudian melepaskan telur dari masing-masing folikel dan membiarkannya tumbuh sendiri seperti pada proses ovulasi.

Dalam perjalanannya, beberapa telur gagal untuk berkembang. Sebagian terus berkembang hingga matang sepenuhnya. Tim peneliti meyakini jika telur ini siap dibuahi karena mereka telah mengalami tahap kunci pembelahan sel.

Dari 310 folikel primordial yang diteliti oleh tim, hanya 32 telur yang didapati matang. Seluruh proses memakan waktu antara 21 dan 22 hari.

Secara teknis, telur ini diklaim sudah siap dibuahi dengan sperma. Hanya saja, peneliti belum memiliki lisensi untuk melakukan uji tersebut. Mereka telah mengajukan permohonan untuk bisa melakukan pembuahan.

Jika nantinya percobaan mampu menghasilkan embrio sehat, maka teknik ini bisa menjadi solusi dalam menangani berbagai masalah kesuburan pada wanita.