Kamis, 08 Februari 2018 08:44 WITA

Awas! Makanan Ini Bisa Percepat Penyebaran Kanker

Editor: Aswad Syam
Awas! Makanan Ini Bisa Percepat Penyebaran Kanker
Asparagus

RAKYATKU.COM - Ilmuwan Cambridge mengemukakan, ada bukti kuat, makanan di piring Anda dapat mengubah pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Penelitian terhadap hewan, yang dipublikasikan di Jurnal Nature menunjukkan, tumor payudara bergulat tanpa supan nutrisi asparagin.

Hal ini ditemukan dalam makanan asparagus, serta unggas, makanan laut dan banyak makanan lainnya.

Ke depan, ilmuwan berharap bisa memanfaatkan "kecanduan kuliner" kanker untuk memperbaiki pengobatan.

Asparagine adalah asam amino (sebuah blok protein) dan mengambil namanya dari asparagus.

Penelitian yang dilakukan di Cancer Research UK Cambridge Institute, berlangsung pada tikus dengan bentuk agresif kanker payudara.

Biasanya, mereka akan mati dalam beberapa minggu karena tumor menyebar ke seluruh tubuh.

Tapi saat tikus diberi diet rendah asparagin atau obat untuk menghambat asparagin, maka tumor tersebut berusaha menyebar.

"Ini adalah perubahan yang sangat besar, (kanker) sangat sulit ditemukan," kata Prof Greg Hannon.

Tahun lalu, University of Glasgow menunjukkan pemotongan asam amino serin dan glisin memperlambat perkembangan limfoma dan kanker usus.

"Kami melihat bukti yang meningkat bahwa kanker tertentu kecanduan komponen makanan tertentu," ujar Prof Hannon kepada BBC

Dia melanjutkan, di masa depan, dengan memodifikasi diet pasien atau dengan menggunakan obat-obatan yang mengubah cara sel tumor dapat mengakses nutrisi ini, pihaknya berharap dapat memperbaiki hasil terapi.

Kanker merupakan tumor awal jarang yang mematikan. Saat kanker menyebar ke seluruh tubuh atau metastasis, bisa menjadi fatal.

Sel kanker harus melalui perubahan besar untuk menyebar. Ia harus belajar untuk melepaskan tumor utama, bertahan di aliran darah dan berkembang di tempat lain di tubuh.

Proses inilah yang menurut peneliti disarankan oleh asparagin.

Tapi pecinta asparagus tak usah khawatir, temuan ini masih perlu dikonfirmasi pada orang dan asparagin memang sulit dihindari dalam makanannya.

Dalam jangka panjang, para ilmuwan berpikir, pasien akan memakai minuman spesial yang bergizi seimbang, namun kekurangan asparagin.

Prof Charles Swanton, kepala klinik Cancer Research UK, mengatakan, menariknya, obat L-asparaginase digunakan untuk mengobati leukemia limfoblastik akut, yang bergantung pada asparagin.

"Mungkin di masa depan, obat ini bisa diberikan kembali untuk membantu mengobati pasien kanker payudara," ujarnya

Uji coba lebih lanjut masih diperlukan. Baroness Delyth Morgan, kepala eksekutif di Breast Cancer Now, mengatakan, pasien tidak boleh menjalani diet drastis di bagian belakang penelitian ini.

Dia berkata, pihaknya tidak merekomendasikan pasien benar-benar mengecualikan kelompok makanan tertentu dari makanan mereka, tanpa harus berbicara dengan dokter mereka.

"Kami juga mendorong semua pasien untuk mengikuti diet yang sehat dan beragam," pungkasnya.