Rabu, 07 Februari 2018 14:45 WITA

Jutaan Bakteri dan Virus Jatuh dari Langit Setiap Hari

Editor: Suriawati
Jutaan Bakteri dan Virus Jatuh dari Langit Setiap Hari
Ilustrasi Shutterstock

RAKYATKU.COM - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa jutaan virus dan bakteri yang bisa membahayakan kesehatan jatuh dari langit setiap hari.

Temuan mengejutkan ini diungkapkan oleh ilmuwan di University of British Columbia, yang mengklaim telah mencatat jumlah virus yang tersapu dari permukaan bumi setiap harinya.

Dikatakan bahwa begitu virus berada di troposfer, mereka dapat melakukan perjalanan ribuan kilometer sebelum jatuh kembali ke bumi. Troposfer adalah lapisan atmosfir yang melewati sistem cuaca di bumi yang berada di bawah stratosfer, yang merupakan tempat pesawat jet melakukan perjalanan.

Peneliti mengatakan, virus dan bakteri dapat dikirim ke atmosfer melalui semprotan laut dan partikel debu tanah.

"Bakteri dan virus biasanya disimpan kembali ke bumi melalui kejadian hujan dan gangguan debu Sahara, kata penulis studi Curtis Suttle.

Suttle, yang berbasis di Kanada, bermitra dengan peneliti di Spanyol dan AS untuk penelitian ini.

Dalam studinya, mereka melacak jumlah virus dan bakteri yang disimpan ke bumi per meter persegi setiap hari di ketinggian 2.500 sampai lebih dari 3.400 meter.

Mereka menemukan bahwa jutaan helai bakteri dan miliaran virus per meter persegi turun setiap hari.

"Setiap hari, lebih dari 800 juta virus diendapkan per meter persegi di atas lapisan batas planet. Itu 25 virus untuk setiap orang di Kanada," kata Suttle.

"Banyaknya virus yang tinggal lama yang bepergian ke atmosfer ini mungkin menjelaskan mengapa (virus telah bermunculan di tempat yang berbeda di seluruh dunia)," katanya.

"Bisa dibayangkan ada virus yang masuk ke atmosfer di satu benua dan disimpan di tempat lain."

Temuan mereka juga mencatat bahwa virus cenderung melekat pada partikel organik yang lebih ringan dan lebih kecil yang tersuspensi dalam gas dan udara. Hal ini memungkinkan virus untuk tinggal di atmosfer lebih lama.