Sabtu, 20 Januari 2018 06:30 WITA

Suka Makan Kerupuk? Perhatikan Hal Ini

Editor: Almaliki
Suka Makan Kerupuk? Perhatikan Hal Ini

RAKYATKU.COM - Meski kerupuk banyak disukai masyarakat Indonesia, pun belahan dunia yang lain. Namun, dia kerap disebut sebagai makanan tak sehat, apalagi yang berwarna-warni, sebab dibilang punya pewarna berbahaya. Hal lain, dia punya kandungan minyak, kalori, dan lemak tinggi.

"Kerupuk sebagai makanan yang bisa memicu kegemukan, jika dikonsumsi dengan berlebihan. Meskipun terlihat seperti makanan ringan, dalam realitanya satu kerupuk ukuran besar mengandung 80 kalori," ujar pakar kesehatan gizi bernama Dr. Dian Permatasari.

Jika begitu, makan 3 atau 6 buah kerupuk sudah setara dengan mengonsumsi sepiring nasi. Maka, patutkah kerupuk dikonsumsi berlebihan?

Sementara kerupuk asin ternyata tak baik juga dikonsumsi berlebihan pada penderita darah tinggi. Dan sebaiknya, ibu hamil juga membatasi menyantap kerupuk sebab dikhawatirkan, yang dimakannya itu punya penyedap atau bahkan boraks.

Hanya saja, untuk isu yang menyebut kerupuk memiliki lapisan lilin, sepertinya hal tersebut tidak benar adanya karena lapisan yang terlihat mengkilat dalam kerupuk sebenarnya adalah minyak.

"Sebaiknya kita memilih kerupuk yang tidak berwarna dan tidak terlalu putih, melainkan yang cenderung berwarna keruh. Hindari kerupuk yang berbau terlalu menyengat. Selain itu, jika kita menggoreng sendiri kerupuk yang akan kita konsumsi, pastikan untuk tidak menggorengnya dengan minyak yang terlalu banyak dan selalu gunakan minyak baru. Pastikan pula untuk tidak mengonsumsinya dengan berlebihan, agar tidak memicu masalah kesehatan seperti obesitas," tukas Dr. Dian.