Kamis, 18 Januari 2018 03:30 WITA

Gaya-gayaan Pakai Celana Dalam, Ini Risiko yang Bisa Timbul

Editor: Abu Asyraf
Gaya-gayaan Pakai Celana Dalam, Ini Risiko yang Bisa Timbul
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Celana dalam bukan sekadar penutup kelamin. Jenis kain dan modelnya ternyata berpengaruh terhadap kesehatan penggunanya. Jika tidak hati-hati, banyak risiko yang bisa muncul.

Dikutip dari Foxnews.com, pakar kebidanan dan ginekologi, Octavia Cannon mengatakan, wanita kerap tanpa sadar telah membahayakan diri sendiri. Mereka memilih celana dalam model tertentu yang berbahaya bagi tubuhnya sendiri.

Makanya, sebelum membeli celana dalam, sebaiknya perhatikan dahulu hal-hal berikut ini:

1. Ganti celana dalam usai olahraga

Mandi air hangat usai berolahraga di pusat kebugaran tidak akan banyak membantu kebersihan Kamu, jika celana dalam tak diganti. Menurut Cannon, pakaian olahraga yang sarat dengan keringat merupakan tempat ideal untuk berkembangnya infeksi. 


2. Deterjen dengan pewangi

Memang menggoda untuk memiliki celana dalam yang wangi usai dicuci. Namun ternyata, mengunakan deterjen dengan menambahkan pewangi saat mencucimembuat kulit menjadi iritasi. Sehingga, amat disarankan para wanita untuk menggunakan deterjen, tanpa menambahkan pewangi saat mencuci. 

3. Jangan memaksa celana dalam sempit

Mungkin Kamu mempunyai celana dalam favorit. Tapi jika seiring dengan perkembangan badan, celana itu tak lagi bisa melewati paha dengan lancar, maka sebaiknya lupakan celana itu.

"Jika celana dalam Kamu meninggalkan bekas pada kulit, Kamu berisiko terkena infeksi vagina dan ruam," kata Cannon.

4. Memakai celana dalam tali 

Meski lingerie jenis ini terlihat seksi, tapi menurut Cannon, menggunakan celana dalam dengan seutas tali yang menyelip di bokong berpotensi membahayakan kesehatan. 

Cannon menjelaskan, celana dalam semacam ini bisa menyebabkan bakteri, termasuk E. Coli, yang bisa menyebar dari anus masuk ke vagina.

"Coba Kamu bayangkan, memangnya ke mana tali itu akan bergeser saat Kamu duduk?" ungkap dia.

Nah, jika pun Kamu sulit berpisah dengan jenis celana dalam ini, Cannon menyarankan agar, thong tak digunakan saat tidur.

Pakailah celana dalam yang nyaman saat tidur, demi "memberi nafas" bagi tubuh dan organ pribadi Kamu. 

Gaya-gayaan Pakai Celana Dalam, Ini Risiko yang Bisa TimbulGaya-gayaan Pakai Celana Dalam, Ini Risiko yang Bisa Timbul

5. Celana dalam katun

Katun adalah bahan paling nyaman yang mampu membuat kulit "bernapas", bahan ini jauh lebih nyaman dibanding sutra atau celana berenda lainnya.

Cannon percaya dengan bahan baik yang bisa membuat kulit "bernafas", celana dalam berbahan katun akan menghentikan penyebaran kotoran pada pakaian yang mungkin memicu infeksi. 

6. Pakai ulang celana dalam

Di Indonesia ada dikenal istilah humor "side a-side b" yang merujuk pada aksi seseorang untuk membalik celana dalam kotornya, hingga bagian luar yang berada di dalam.

Biasanya, langkah ini dilakukan oleh orang yang kebetulan kehabisan celana dalam.

Menurut Cannon, meskipun langkah ini mungkin bisa memunculkan sugesti "lebih bersih", tapi sebenarnya tidak sama sekali.