Minggu, 14 Januari 2018 13:54 WITA

Oral Seks Bisa Picu Risiko Kanker Tenggorokan

Editor: Andi Chaerul Fadli
Oral Seks Bisa Picu Risiko Kanker Tenggorokan
Getty Images

RAKYATKU.COM - Sejumlah pasangan memilih seks oral sebagai salah satu variasi dalam bercinta. Namun kebiasaan ini jadi petunjuk adanya risiko kanker tenggorokan. 

Hal itu terungkap dari studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of the American Dental Association. Dalam jurnal itu, kebiasaan seks oral bisa jadi kunci penting dalam mencegah kanker orofaringeal atau kanker pada tenggorokan, tonsil, dan belakang lidah. 

Khususnya yang disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus.

Faktanya, mayoritas dokter gigi hanya bertanya tentang kanker ini ketika gejalanya mulai terlihat. Seperti adanya benjolan di leher atau radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh. 

Di sisi lain, sebagian besar pasien mengaku terhambat oleh sejumlah aspek seperti kurangnya privasi di ruang praktik dokter gigi atau rasa takut dan malu yang muncul ketika dokter gigi membahas isu sensitif, seperti seks oral.

"Padahal dokter gigi yang memberikan peringatan terkait gejala kanker mulut dan tenggorokan akibat HPV bisa jadi kunci utama dalam mencegah kanker ini. Namun masih diperlukan edukasi tambahan di kalangan dokter gigi sendiri," kata peneliti Ellen Daly, dikutip dari Men's Health, Minggu (14/1/2018).

Hal ini dirasa penting mengingat di AS sendiri, jumlah kasus kanker tenggorokan yang disebabkan HPV terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebelum tahun 1990, hanya 21 persen kasus kanker tenggorokan yang dikaitkan dengan HPV.

Akan tetapi selepas tahun 2000, jumlah itu bertambah. Menurut analisis University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, jumlahnya menjadi dua kasus untuk tiap tiga sampel yang diperiksa.