Minggu, 14 Januari 2018 03:31 WITA

Mau Sehat? Jangan Hindari Sinar Matahari

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Mau Sehat? Jangan Hindari Sinar Matahari
ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Saat melihat sinar matahari, biasanya yang akan orang lakukan adalah menutupi permukaan kulit.  Atau justru memilih berdiam diri di dalam ruangan untuk menghindari sengatan panasnya. 

Alasannya, karena takut kulit menjadi gelap, terbakar, atau terkena kanker kulit. Namun, di balik pengaruh buruknya, sinar matahari ternyata memiliki beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan. 

Radiasi ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh sinar matahari tidak selalu membahayakan. Sinar matahari ternyata dapat merangsang produksi vitamin D pada tubuh. 

Tidak seperti kawan-kawannya, vitamin C dan E, vitamin D kerap dilupakan. Padahal vitamin D merupakan nutrisi vital bagi kesehatan, terutama untuk membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang. 

Kemudian, menurut sebuah penelitian, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan Anda terkena penyakit diabetes tipe 1, nyeri tulang dan otot, kanker payudara, prostat, ovarium, usus besar, dan kerongkongan. 

Untuk mendapat asupan vitamin D yang cukup, Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang. Cukup terkena paparan sinar matahari secara teratur saja sudah dapat merangsang kulit untuk menghasilkan vitamin D yang mencukupi kebutuhan Anda.

Di Indonesia, waktu yang baik untuk terpapar sinar matahari adalah sebelum pukul 11 siang. Untuk waktu terbaiknya adalah jam 9 pagi. Pasalnya, intensitas sinar UVB tertinggi terjadi pada pukul 11 hingga pukul 1 siang. 

Lama waktu berjemur setidaknya 25 menit saja. Dalam sepekan, kita juga hanya perlu melakukannya dua hingga tiga kali terpapar sinar matahari secara langsung.

Sinar Matahari Ampuh Mengobati Beberapa Penyakit

Sinar matahari, terutama radiasi UV-nya telah berhasil mengobati sejumlah penyakit. Namun, penggunaan terapi radiasi UV ini harus di bawah pengawasan medis agar dapat terhindar dari efek buruknya. Berikut penyakit yang bisa diobati oleh bantuan sinar matahari:

Rakitis
Penyakit ini menyebabkan tulang anak melunak karena tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup. Salah satu faktor umum terjadinya rakitis adalah kurangnya vitamin D. Vitamin D diperlukan dalam penyerapan kalsium dari makanan dan membawanya ke tulang. Dengan bantuan paparan radiasi UV yang merangsang produksi vitamin D di kulit, risiko penyakit ini bisa dikurangi.

Vitiligo
Suatu kondisi yang bisa menyebabkan hilangnya pigmen pada beberapa bagian Hal ini terjadi ketika sel penghasil pigmen kulit tidak dapat berfungsi atau mati. Penderita vitiligo dapat diobati dengan terapi sinar UV. Terapi ini cukup efektif, namun meningkatkan risiko kanker kulit.

Psoriasis
Penyakit autoimun ini dapat menyebabkan luka dan penebalan lapisan kulit sehingga kulit menjadi Luka psoriasis terasa gatal dan perih. Salah satu pengobatan psoriasis sama seperti vitiligo, yaitu dengan terapi UV.

Lupus vulgaris
Biasa juga disebut tuberkulosis kulit. Penyakit ini menghasilkan borok besar pada wajah dan leher. Diperlukan obat anti-tuberkulosis untuk mengobatinya. Namun dengan lampu UVB, penyakit ini bisa disembuhkan.