Jumat, 12 Januari 2018 08:34 WITA

Rematik Ternyata Bisa Menyebabkan Penyakit Ginjal

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Rematik Ternyata Bisa Menyebabkan Penyakit Ginjal

RAKYATKU.COM - Rematik, yang dalam bahasa medis disebut dengan rheumatoid arthritis, adalah jenis penyakit autoimun yang membuat sendi meradang dan terasa kaku. Rematik tidak boleh disepelekan. Pasalnya, penyakit ginjal bisa menjadi salah satu komplikasi rematik yang patut diwaspadai. 

Rematik adalah jenis penyakit autoimun, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh (imun) Anda keliru menganggap sel sehat sebagai benda asing dan kemudian berbalik menyerangnya. Maka yang seharusnya sistem imun bertugas melindungi Anda dari penyakit, ia malah menyebabkan peradangan.

Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ketika menyerang persendian, rematiklah akibatnya dengan gejala demam, sendi sakit dan kaki, hingga kelelahan. Rematik bisa menyerang beberapa sendi sekaligus dalam satu waktu.

Selain menyerang persendian, peradang akibat autoimun juga bisa memengaruhi area tubuh lainnya, termasuk pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Hal ini dapat menurunkan kemampuan ginjal Anda untuk berfungsi dengan baik dan meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Dilansir dari Arthritis Foundation, satu dari empat orang yang memiliki rematik berisiko mengembangkan penyakit ginjal yang kemudian berlanjut pada penurunan fungsi ginjal jangka panjang. Risiko penyakit ginjal ini dapat meningkat bila selain memiliki rematik, Anda juga menggunakan kortikosteroid, memiliki tekanan darah tinggi, obesitas, atau kadar kolesterol tinggi.

Beberapa penyakit ginjal yang umum terjadi sebagai komplikasi rematik adalah amiloidosis, glomerulonefritis (penumpukan zat kekebalan di dalam ginjal), dan penyakit yang melibatkan jaringan ginjal lainnya.

Obat rematik juga dapat menyebabkan ginjal bermasalah

Selain karena efek peradangan rematik, fungsi ginjal juga bisa terganggu karena konsumsi obat rematik. Apalagi bila ginjal sudah lebih dulu mengalami masalah sebelumnya.

Obat-obatan tersebut di antaranya:

Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen dan naproxen yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat rematik. Namun, obat ini juga bisa menurunkan jumlah aliran darah ke ginjal sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi ginjal lebih lanjut.

Kortikosteroid, seperti prednisone, biasa digunakan untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit. Namun, obat kortikosteroid juga bisa meningkatkan tekanan darah sehingga memberikan tekanan tambahan pada ginjal.

Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), biasanya digunakan untuk memperlambat perkembangan rematik. Namun, DMARD tertentu berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal. Contoh DMARD adalah cyclosporine dan metotreksat.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir risiko terkena penyakit ginjal jika Anda mengalami rematik. Salah satunya adalah dengan menjalani skrining darah atau tes urin yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Hal ini memungkinkan dokter Anda untuk mengenali apakah ada perubahan pada ginjal Anda.

Pastikan juga Anda mengenali gejala-gejala penyakit ginjal, diantaranya:

1. Merasa cepat lelah
2. Pembengkakan pada kaki dan sekitar mata
3. Sesak napas
4. Perubahan frekuensi buang air kecil

Bila Anda mengalami hal-hal di atas, maka segeralah mengunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


 

Tags