Rabu, 10 Januari 2018 15:35 WITA

Minyak Kelapa Bisa Turunkan Risiko Stroke, Asal...

Editor: Andi Chaerul Fadli
Minyak Kelapa Bisa Turunkan Risiko Stroke, Asal...
ilustrasi (int)

RAKYATKU.COM - Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of Cambridge menemukan, minyak kelapa bisa benar-benar bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun hal itu terjadi jika minyak kelapa dikonsumsi setiap hari hanya dalam empat minggu saja.

Seperti dalam serial BBC2 Trust Me I'm a Doctor, Profesor Kay-Tee Khaw dan Profesor Nita Forouhi merekrut 94 relawan yang berusia antara 50 dan 75 tahun. Semua relawan tidak ada yang memiliki riwayat penyakit jantung atau diabetes.

Mereka membagi para partisipan ke dalam tiga kelompok, dan setiap kelompok diminta untuk mengonsumsi 50 gram  atau kasarnya tiga sendok makan. Baik minyak kelapa, minyak zaitun ekstra virgin, atau mentega tanpa garam setiap hari selama empat minggu.

Para ilmuwan tertarik untuk melihat bagaimana mengonsumsi lemak ini secara rutin bisa mempengaruhi kadar kolesterol para relawan, dan hasilnya mengejutkan.

Meski pengonsumsi mentega melihat adanya peningkatan rata-rata 10 persen di dalam kadar kolesterol LDL mereka, yang lebih luas dikenal sebagai kolesterol jahat, tapi mereka yang mengonsumsi minyak zaitun melihat ada sedikit penurunan dalam kadar LDL dan lima persen peningkatan kadar kolesterol HDL, yang sering disebut sebagai kolesterol baik.

Dikutip dari The Independent, Rabu (10/1/2018), mereka yang mengonsumsi minyak kelapa melihat ada peningkatan lebih besar dalam kadar HDL dengan rata-rata 15 persen. Hal itu membuat para peneliti percaya bahwa yang disebut superfood ini benar-benar sedikit super karena dapat menurunkan peluang seseorang mengalami penyakit jantung atau stroke.

Meski hasilnya menjanjikan, Khaw dengan cepat menegaskan bahwa studi ini hanya dalam jangka pendek, dan mengubah pola makan seseorang hanya berdasarkan temuan ini bisa menjadi hal tidak bertanggung jawab. "Saya rasa keputusan untuk mengonsumsi minyak tertentu bergantung pada lebih dari sekadar efek sehatnya," ujar Khaw kepada BBC.

Tags