Selasa, 09 Januari 2018 08:42 WITA

Tren Putihkan Penis Lagi Digilai Pria di Thailand

Editor: Andi Chaerul Fadli
Tren Putihkan Penis Lagi Digilai Pria di Thailand

RAKYATKU.COM - Tren memutihkan penis sedang digilai pria di Thailand. Bahkan sebuah rumah sakit menerima permintaan itu hingga 100 pria dalam sebulan.

Berita ini awalnya meledak setelah foto pria yang menjalani prosedur yang tidak biasa di rumah sakit estetika Lelux di luar Bangkok, tersebar di media sosial, awal Januari lalu.

Mereka menunjukkan sejumlah pria berbaring di kursi medis sementara staf rumah sakit mengoperasikan "laser Pikachu" di daerah selangkangan mereka. Nama Pokemon itu sedang populer untuk nama penis di Thailand.

Rumah Sakit Lelux, yang terkenal dengan prosedur pemutihan tubuhnya, meluncurkan layanan pemutihan penis sejak Juli 2017. 

Dikutip dari Tech Times, rumah sakit Bangkok ini sekarang memiliki sekitar 100 klien sebulan atau sampai 4 klien per hari. Mereka bersedia membayar USD650 atau sebesar Rp8,5 juta, untuk lima sesi perawatan.

"Begitu cepat, berkat media sosial. Sekarang, orang perlu memesan perawatan seminggu lebih dulu," kata manajer pemasaran Lelux, Popol Tansakul. "Kami hanya menanggapi kebutuhan klien kami. Banyak dari mereka telah meminta perawatan untuk area tertentu. "

Prosedur pemutihan penis ternyata terinspirasi oleh perawatan laser serupa yang ditawarkan secara eksklusif untuk wanita. Dipelopori sekitar waktu yang sama, layanan ini juga menarik perhatian pria, yang mulai memintanya.

Menurut perwakilan rumah sakit Thailand, perawatan tersebut melibatkan peralatan laser pigmentasi yang sama yang digunakan dalam prosedur pemutihan kulit lainnya, dan disertifikasi oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand. Hal ini seharusnya mengurangi tingkat melanin di kulit secara signifikan, membiarkan daerah yang terkena tampak lebih terang dan merah muda.

Meskipun memiliki popularitas yang tak terduga, prosedur pemutihan penis menimbulkan beberapa risiko kesehatan.

 "Kulit bagian-bagian pribadi itu sensitif. Layanan laser semacam itu dapat menyebabkan iritasi, alergi dan pembengkakan, " kta wakil direktur Pelayanan Kesehatan Departemen Kesehatan Dr Thongchai Keeratihuttayakorn

Direktur Departemen Pelayanan Medis Thailand, Dr. Mingkwan Wichaidit, baru-baru ini mengatakan, bahwa pengobatan tersebut hanya memiliki efek pemutihan sementara.

Dia mengklaim bahwa tubuh kita masih akan membangun melanin dan membalikkan efek dari prosedur ini.

Mingkwan menambahkan bahwa tidak ada penelitian untuk mendukung perawatan laser pada kulit sensitif penis benar-benar aman dan memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan infeksi dan jaringan parut.

Tags