Senin, 08 Januari 2018 14:48 WITA

Mengenal Diet Keto; Boleh Makan yang Berlemak, Kurangi Karbohidrat

Editor: Andi Chaerul Fadli
Mengenal Diet Keto; Boleh Makan yang Berlemak, Kurangi Karbohidrat
ilustrasi (int)

RAKYATKU.COM - Food Plan Ketogenik atau yang biasa disebut diet keto merupakan satu dari banyak program menurunkan berat badan. 

Program ini membolehkan mengkonsumsi makanan tinggi lemak, namun menghindari asupan karbohidrat. Diet ini diklaim mempunyai efek samping yang bermanfaat untuk tubuh.

Banyak artis Hollywood yang melakukan diet keto, di antaranya Kim Kardashian dan juga Gwyneth Paltrow. 

Berdasarkan peneliti nutrisi asal New York, Maya Feller, diet keto dapat menolong menurunkan berat tubuh. “Betul, food plan ini dapat menurunkan berat tubuh,” kata Feller, di kutip dari ABC Information, Senin (8/1/2018).

Umumnya, sebagian besar food plan menganggap lemak ialah musuh. Namun bagi diet keto, food regimen ini serupa dengan food plan rendah karbohidrat ketat. Semisalnya, seperti food plan Atkins atau LCHF (low carb, excessive fats).

Bedanya, diet keto dirancang untuk membuat tubuh masuk dalam kondisi yang dipanggil ketosis. Yaitu semacam keadaan saat asupan karbohidrat sangat rendah, sehingga membakar lemak supaya tubuh dapat berenergi.

Untuk dapat mencapai ketosis, food plan meminta orang yang mengikutinya untuk fokus memakai makanan tinggi lemak dan protein tetapi rendah karbohidrat. 

Asupan karbohidrat pengikut diet keto hanya sekitar 10 persen dari asupan makanan mereka sehari-hari. Jumlah karbohidrat itu setara dengan 1 potong roti per hari seperti disampaikan Feller.

Diet keto kini menduduki posisi ke-39 dari 40 kategori diet terbaik di tahun ini. Penilaian tersebut berdasarkan pertimbangan U.S News & World Report, yang melihat bagaimana cara kerja diet keto.

US News & World Report juga melihat diet berdasarkan beberapa kategori. Misal, seberapa mudahnya diet diikuti, penurunan berat badan jangka pendek dan jangka panjang, kelengkapan nutrisi, dan manfaat diet dalam mengontrol penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Berita Terkait