Sabtu, 06 Januari 2018 19:34 WITA

10 Mitos dan Fakta Seputar Depresi

Editor: Suriawati
10 Mitos dan Fakta Seputar Depresi
INT

RAKYATKU.COM - Menurut statistik WHO, lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia menderita depresi. Ini adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang memengaruhi pola pikir, perasaan, dan suasana hati.

Dilansir dari Boldsky, berikut 10 mitos dan fakta tentang depresi:

Mitos 1: Depresi bukan gangguan nyata. Banyak orang yang menganggap depresi hanyalah bentuk kesedihan yang ekstrem sehingga individu yang mengalaminya bisa keluar dari itu jika dia menjadi lebih optimis.

Faktanya adalah, depresi merupakan penyakit jiwa yang serius yang ditandai oleh perasaan tidak logis. Orang depresi dapat terjerumus dalam pikiran negatif sehingga mereka bisa melupakan makan, bangun dari tempat tidur, dan menjaga kebersihan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Mitos 2 : Depresi bisa disembuhkan dengan meminum obat anti-depresan. Faktanya adalah, depresi tidak memiliki obat yang layak. Meski demikian, sains berkembang dengan cepat, dan saat ini, tersedia banyak perawatan untuk depresi, termasuk terapi perilaku kognitif dan diet kaya serotonin.

10 Mitos dan Fakta Seputar DepresiMitos 3: Depresi hanyalah kesedihan. Seperti yang dijelaskan dalam mitos 1, banyak orang berpikir depresi hanyalah kesedihan

Faktanya adalah: Kebanyakan orang yang menderita depresi memiliki gangguan mental atau kepribadian lainnya, seperti gangguan bipolar.

Mitos 4: Depresi bisa dipicu oleh trauma atau tekanan cukup tinggi, seperti kematian orang tua, atau hewan peliharaan tercinta. Faktanya adalah, orang mengalami depresi secara tiba-tiba.

Mitos 5: Lebih banyak wanita menderita depresi daripada pria. Faktanya adalah: Pria dan wanita sama-sama cenderung mengalami depresi; Tapi wanita lebih cenderung berteriak minta tolong.

Mitos 6: Orang yang melakukan bunuh diri pasti depresi. Faktanya adalah: Hanya depresi berat yang menyebabkan pikiran untuk bunuh diri pada seseorang. Namun mereka tidak bisa melakukannya karena depresi membuat orang lesu dan tidak mampu meninggalkan tempat tidur. Justru, kebanyakan orang yang melakukan bunuh diri tidak tertekan, tapi menderita krisis yang hebat dalam hidup mereka, seperti jatuhnya pasar saham, alkoholis, dan penolakan dalam urusan cinta.

Mitos 7: Orang-orang di Negara-negara miskin lebih mungkin depresi. Faktanya, Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Jepang memiliki tingkat depresi tertinggi di dunia. Justru, kebanyakan orang di negara berkembang tidak menderita depresi, karena struktur sosial mereka membuat orang saling terikat satu sama lain, yang mencegah kesepian dan pemikiran tidak logis.

10 Mitos dan Fakta Seputar DepresiMitos 8: Orang depresi tidak memiliki kecerdasan intelektual. Faktanya adalah, orang yang lebih pintar cenderung mengalami gangguan jiwa lebih banyak, termasuk depresi. Abraham Lincoln, Sylvia Plath, dan Franz Kafka adalah beberapa contoh orang genius terkenal yang berjuang mengatasi depresi sepanjang hidup mereka.

Mitos 9: Berbicara tentang depresi akan membuatnya lebih buruk lagi. Mitos ini adalah hasil dari stigma sosial yang parah terhadap keterbukaan tentang masalah kesehatan mental.

Faktanya adalah, orang-orang yang depresi membutuhkan banyak dukungan dari orang yang mereka cintai. Berbicara tentang keadaan ini juga dapat sangat membantu, karena pendengar bisa menunjukkan pola pikir orang-orang yang tidak logis, sehingga membantu mereka perlahan keluar dari pikiran negatif mereka.

Mitos 10: Depresi bisa diturunkan dari orang tua. Faktanya adalah: Apakah Anda mengalami depresi atau tidak, sebagian besar bergantung pada lingkungan Anda. Itulah sebabnya mereka yang memiliki ikatan kuat dengan teman dan keluarga mereka dan merasa didukung dan dicintai seringkali tidak mengalami depresi.