Selasa, 12 Desember 2017 23:12 WITA

Tahun 2017, Ada 8 Kasus Difteri di Sulsel

Editor: Fathul Khair Akmal
Tahun 2017, Ada 8 Kasus Difteri di Sulsel
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus difteri di Sulsel sepanjang tahun 2017 telah mencapai 8 orang. Di Kota Makassar, ada 5 kasus.

Dalam tiga tahun terakhir, kasus difteri di Sulsel tercatat sebanyak 24 kasus. Tahun 2015, sekitar 11 kasus, tahun 2016 enam kasus, dan tahun 2017 sebanyak delapan kasus.

Untuk tahun 2015 sendiri, tiga kasus ada di kabupaten Gowa dan delapan kasus berasal dari Makassar. Tahun 2016, satu kasus berasal dari Takalar dan empat kasus berasal dari Makassar. Tahun 2017, satu kasus di Takalar, satu kasus di Barru, satu kasus di Pangkep dan lima kasus di Makassar. 

Kementerian Kesehatan telah menetapkan status penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulsel, Nurul AR mengatakan, dengan melihat jumlah kasus difteri di Sulsel dalam waktu tiga tahun tersebut, maka Sulsel Sulsel berada di posisi tengah.

"Berbeda dengan di masyarakat di Pulau Jawa yang merupakan daerah padat penduduk dan mobilitas yang tinggi. Untuk kasus difteri di Sulsel itu sudah tertangani karena hasil konfirmasi laboratorium itu negatif," ujar Nurul.

Kasus penyakit difteri di Sulsel dinyatakan negatif karena masyarakat yang terindikasi, cepat ditangani dan diberi antibiotik, serta tindak pengawasan yang baik.

"Akan tetapi masyarakat harus tetap waspada karena kasus tersebut tergolong kejadian luar biasa. Meskipun masih tergolong sedikit tapi jangan sampai menjadi sumber penularan berikutnya karena yang diinginkan kasus ini ada di daerah," katanya.