Jumat, 08 Desember 2017 15:40 WITA

Kenali Gejala Difteri, Penyakit Berbahaya yang Kembali Mewabah

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kenali Gejala Difteri, Penyakit Berbahaya yang Kembali Mewabah
Naisyah T Azikin.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengatakan, difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae.

"Penularannya dapat ditandai dengan demam tinggi mencapai 38 derajat, yang disertai dengan munculnya selaput berwarna putih keabu-abuan di tenggorokan, dan itu gampang sekali berdarah jika dilepaskan," kata Naisyah, Jumat (8/12/2017).

Selain itu, gejala lain yang ditimbulkan penyakit ini, yaitu adanya rasa sakit sewaktu menelan, suara menjadi serak, dan kadang-kadang disertai sesak nafas dan pembesaran kelenjar getah bening leher, dan pembengakan jaringan lunak leher atau bullneck.

"Gejalanya hampir mirip flu, ada cairan yang awalnya encer dari hidung, tapi lama-lama menjadi kental dan bahkan bercampur dengan darah," tuturnya.

Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit penderita, dan menyebabkan adanya luka seperti borok (ulkus), yang akan sembuh dalam beberapa bulan. Biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

"Penyebaran bakteri penyebab difteri ini, sangat mudah menyerang anak-anak, terutama bagi yang kekebalan tubuhnya rendah dan tidak mendapatkan vaksinasi difteri secara lengkap," tutupnya.