Jumat, 08 Desember 2017 14:47 WITA

Ini Dugaan Penyebab Difteri Kembali Menyerang Indonesia

Editor: Fathul Khair Akmal
Ini Dugaan Penyebab Difteri Kembali Menyerang Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah T Azikin.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Indonesia kembali dihebohkan dengan mewabahnya penyakit Difteri. Bahkan oleh Kementerian Kesehatan, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae ini, telah ditetapkan sebagai status kejadian luar biasa (KLB).

Pasalnya, dari data Kementerian Kesehatan, menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, difteri telah mewabah di 95 kabupaten dan kota, dari 20 provinsi di Indonesia, dengan jumlah kasus sebanyak 622 kasus, dan 32 orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah T Azikin menuturkan, difteri bukan jenis penyakit baru di Indonesia. Bahkan, langkah pencegahan penyakit ini telah masuk dalam program nasional.

"Bentuk pencegahannya kita kenal dengan imunisasi DPT, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksinasi ini yang wajib diberikan sebanyak tiga kali kepada bayi. Mulai dari nol bulan sampai umur satu tahun," jelas Naisyah kepada Rakyatku.com, Jumat (8/12/2017).

Naisyah mengatakan, mewabahnya kembali difteri dengan jumlah kasus yang tinggi ini, diduga terjadi akibat adanya gerakan penolakan vaksin atau anti vaksin di masyarakat. Sehingga, hak-hak anak untuk mendapatkan vaksin pencegahan munculnya penyakit sejak dini, menjadi tidak terpenuhi.

Vaksinasi diakui Naisyah memang tidak menjadi jaminan anak aman dari penyakit difteri. Tapi paling tidak bisa mengurangi resiko tertular. Karena apabila imunisasi sudah lengkap, orangtua hanya perlu menjaga agar kondisi anaknya tetap stabil.

"Dari informasi yang saya dapat, penderita difteri ini, adalah orangtua yang tidak ingin anaknya diberikan vaksinasi. Padahal penularan difteri ini, sangat tergantung pada daya tahan tubuh anak-anak. Jadi anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap, tentu lebih rentan terjangkit difteri," jelasnya.