Rabu, 06 Desember 2017 03:30 WITA

Jangan Buru-buru Seks Pascamelahirkan, Ini Bahayanya

Editor: Fathul Khair Akmal
Jangan Buru-buru Seks Pascamelahirkan, Ini Bahayanya
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Saat perempuan hamil, seks sering menjadi aktivitas yang dihindari. Kita mungkin sering bertanya-tanya, apakah kita harus benar-benar berhenti berhubungan seks selama 8-9 bulan dan masih harus terus berlanjut bahkan setelah melahirkan? 

Tubuh perempuan memang membutuhkan waktu untuk pulih dari persalinan, apakah itu persalinan secara normal maupun caesar. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks setelah melahirkan?

Para ahli menyarankan bahwa setelah melahirkan, perempuan harus menunggu setidaknya empat sampai enam minggu. Ini dikarenakan setiap ibu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

Namun, perempuan harus tahu bahwa berhubungan seks tepat setelah melahirkan, tidak menjamin bahwa Anda aman dari kehamilan selanjutnya. 
Perempuan yang mulai berovulasi, setelah melahirkan, maka ada kemungkinannya untuk mereka bisa hamil lagi. 

Sementara perempuan yang sedang menyusui secara eksklusif, tidak akan segera berovulasi. Namun bagi mereka yang menyusui sesekali, mereka bisa hamil lagi dalam rentang waktu yang singkat. 

Ini dikarenakan mereka mungkin mulai berovulasi lebih cepat. Dan jika kehamilan ini tidak terencana, tubuh bisa merasa tertekan kembali.

Dilansir suara.com, berikut beberapa hal yang bisa terjadi jika Anda memulai seks terlalu cepat setelah melahirkan, dan tidak memberi waktu untuk pemulihan:

1. Anda bisa mengalami perdarahan hebat
Setelah melahirkan, banyak perempuan mengalami perdarahan hebat. Hal ini karena daerah pembuluh darah dimana plasenta menempel pada rahim terbuka. 

Begitu pembuluh darah pelan-pelan pulih, pendarahan juga berkurang. Seiring proses ini berakhir, Anda bisa berhubungan seks, tapi sebaiknya setelah Anda konsultasikan hal ini pada dokter.

2. Jahitan bisa robek
Robekan vagina adalah proses alami yang bisa terjadi saat Anda menjalani persalinan normal. Dan pada persalinan caesar mungkin perempuan memiliki bekas sayatan bedah antara vagina dan anus. 

Hal ini bisa terjadi ketika otot vagina tidak berkontraksi sendiri - setelah melahirkan, area vagina menjadi ekstra sensitif dan segala jenis indulgensi fisik dapat menyebabkan jahitan.

3. Bisa membuat Anda rentan terhadap infeksi rahim
Risiko infeksi rahim ini akan meningkat baik ketika Anda melahirkan normal dan caesar. Leher rahim akan berkembang dalam kasus tersebut. 
Kondisi ini memudahkan bakteri masuk ke vagina dan bisa menyebabkan infeksi rahim. Hubungan seksual dapat melipatgandakan risiko terkena dampaknya.

Tags