Selasa, 05 Desember 2017 19:44 WITA

Penjelasan Mengenai Perbedaan Tumor dan Kanker

Editor: Adil Patawai Anar
Penjelasan Mengenai Perbedaan Tumor dan Kanker

RAKYATKU.COM - Tumor dan kanker adalah dua jenis penyakit yang sangat mengerikan karena cukup banyak penderitanya yang akhirnya harus meregang nyawa. Banyak orang yang menganggap kedua penyakit ini sebagai masalah kesehatan yang sama. Namun, apa sebenarnya beda dari tumor dan kanker?

Dilansir doktersehat.com, pakar kesehatan menyebut tumor sebagai kondisi dimana ada sel yang tumbuh dengan tidak normal sehingga akhirnya membentuk lesi atau benjolan pada tubuh. Kadangkala benjolan ini terasa keras dan mengganggu fungsi bagian tubuh dimana tumor ini berkembang. 

Tumor bisa dibagi menjadi tumor ganas atau malignant tumor dan tumor jinak atau benign tumor. Tumor ganas cenderung kerap bersifat seperti kanker. Sementara itu, tumor jinak cenderung cukup jarang berubah menjadi tumor yang ganas. Biasanya, resiko terkena tumor akan cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Bahkan, jika seseorang dengan usia sudah cukup tua terkena tumor, maka besar kemungkinan tumor ini adalah tumor yang ganas.

Untuk kanker, pakar kesehatan menyebut penyakit ini sebagai akibat dari tumbuhnya sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal dan akhirnya berubah menjadi sel kanker. Yang menjadi masalah adalah, sel kanker bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh, merusak fungsinya, dan akhirnya memicu kematian.

Meskipun kebanyakan menganggap tumor dan kanker sebagai hal yang sama, dalam realitanya tidak semua tumor bisa disebut sebagai kanker. Sebagai contoh, ada kanker yang bisa meluas dan merusak jaringan tubuh namun sama sekali tidak dirasakan oleh penderitanya.

Saat penderitanya baru merasakan gejala penyakit, ternyata hal ini sudah terlambat karena kankernya sudah berada dalam kondisi yang cukup parah. Hal ini tentu berbeda dengan tumor yang biasanya muncul pada satu lokasi yang cenderung bisa dirasakan gejalanya.

Ada cukup banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kedua penyakit tersebut seperti melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, apalagi jika memiliki faktor keturunan keluarga, menerapkan gaya hidup yang sehat, dan menghindari kebiasaan merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol.