Minggu, 26 November 2017 14:41 WITA

Wanita Hamil Harus Terapkan Prinsip Makan Sehat Masa Kehamilan

Editor: Almaliki
Wanita Hamil Harus Terapkan Prinsip Makan Sehat Masa Kehamilan
Astati

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil, tentu berbeda dari kebutuhan nutrisi sebelum mengalami masa kehamilan. Alasannya, sang ibu tak hanya memberikan nutrisi bagi dirinya, namun juga kepada janin dalam kandungan. 

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Sulsel, Astati, mengatakan terdapat perbedaan kebutuhan asupan ibu hamil pada masa pertumbuhan 0 sampai 20 minggu, dengan masa kehamilan yang memasuki 21 minggu.

Ibu dengan masa pertumbuhan janin mulai 0 hingga 20 minggu, membutuhkan asupan protein tinggi, makanan rendah kalori, vitamin dan mineral tinggi. Pasalnya, dalam fase tersebut, janin mengalami pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.

Ia menambahkan, pada masa tersebut, banyak calon ibu yang merasakan mual, namun hal itu bisa ditaktisi dengan mengganti asupannya, jika ibu terbiasa mengonsumsi nasi, maka bisa diganti dengan roti, kentang, dan kaldu sebagai sumber protein. Konsumsi telur, sayur dan buah, juga sangat disarankan. 

"Nah memasuki usia 21, di situlah dibutuhkan untuk penambahan berat badan, pertumbuhan otak dan sebagainya, butuh kalori yang banyak, protein dan vitamin, yang jelas ibu hamil harus makan dua kali lebih bnyak dari konsumsi biasanya," ujarnya, Minggu (26/11/2017).

Astati menuturkan, standarisasi kenaikan berat badan (BB) ibu hamil yakni minimal 11 hingga 13 kilo dari BB sebelum hamil. Menu makanannya pun bisa divariasikan, bisa ganti jagung, roti, sagu, kentang, dan beberapa pangan lainnya. 

"Misalnya, untuk 100 gram nasi bisa diganti dengan satu kentang rebus ukuran sedang, 100 gram nasi bisa diganti 2 iris roti tawar, yang penting beraneka ragam, dan unsur karbo, protein, lemak, kalsium, dan kebutuhan lainnya," jelas wanita asal Bali ini.

Astati pun mengungkapkan prinsip dasar makan sehat selama masa kehamilan, yakni makan minimal 5 kali sehari, di mana tiga makanan utama dan dua makanan camilan.

"Kami koordinasi dengan setiap kabupaten/kota agar membuat kelas ibu hamil, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Di sana, ibu hamil akan diberikan informasi terkait hal-hal seputar ibu hamil dan janin," pungkasnya.