Minggu, 19 November 2017 12:02 WITA

Dua Kebiasaan ini Membuat Anda Lebih Cepat Tua

Editor: Suriawati
Dua Kebiasaan ini Membuat Anda Lebih Cepat Tua
INT

RAKYATKU.COM - Ada dua kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan, yang bisa membuat Anda lebih cepat tua. Kebiasaan itu adalah minum alkohol dan merokok.

Dalam penelitian baru, yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health, sekelompok peneliti Denmark memanfaatkan database informasi kesehatan yang melibatkan lebih dari 11.000 orang Denmark di Copenhagen City Heart Study. 

Orang-orang dalam penelitian ini diikuti dari tahun 1976 sampai 2003 dan memberikan informasi tentang kebiasaan makan, merokok dan minum mereka. Mereka juga menyetujui beberapa ujian medis untuk mengukur tanda-tanda penyakit jantung dan penuaan.

Dalam hal ini ada empat ciri penuaan yang dinilai, termasuk pembentukan cincin buram abu-abu di sekitar kornea mata, lipatan daun telinga, plak pada kelopak mata dan pola kebotakan pria.

"Kami ingin mempelajari tanda-tanda penuaan karena tampaknya memiliki semacam nilai prediktif untuk berapa lama rata-rata hidup Anda," kata Janne Tolstrup, penulis senior dalam penelitian. Dia adalah direktur riset National Institute of Public Health di University of Southern Denmark.

Dua Kebiasaan ini Membuat Anda Lebih Cepat TuaHasilnya, peneliti menemukan bahwa minum berlebihan (lebih dari 28 gelas per minggu) bagi wanita dikaitkan dengan kemungkinan 33% lebih tinggi memiliki cincin abu-abu di sekitar kornea, dibandingkan wanita yang minum kurang dari tujuh gelas seminggu. Pria memiliki risiko kenaikan yang sama.

Tanpa penuaan pada daun telinga juga menunjukkan berbedaan, yaitu 26% - 36% di antara peminum berat dibandingkan peminum ringan sampai sedang.

Perokok berat juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan cincin mata terkait usia dibandingkan dengan non-perokok.

"Yang menarik dari hasilnya adalah kita bisa melihat tanda-tanda itu dengan mata, misalnya sangat cepat, sedangkan untuk hal-hal seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi, kita harus melakukan pengukuran lanjutan untuk mendapatkannya," kata Tolstrup.