Jumat, 10 November 2017 23:42 WITA

Bahaya Berutang bagi Kesehatan, Masuk Akalkah?

Editor: Almaliki
Bahaya Berutang bagi Kesehatan, Masuk Akalkah?

RAKYATKU.COM - Banyak orang yang memenuhi pelbagai kebutuhan hidupnya, masih dengan berutang, meski sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Afrika Selatan, orang dewasa yang berhutang dan kesulitan untuk membayar cicilan tagihannya, akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Hal itu dipublikasikan dalam jurnal kesehatan The Lancet pada Februari 2017 ini. Sejatinya, risiko terkena serangan jantung bagi orang yang suka berutang, bisa 6 kali lipat lebih besar dari yang dimiliki oleh orang yang stress karena pekerjaannya.

"Berhutang bisa memicu stres tersendiri yang akhirnya membuat orang yang melakukannya lebih mudah terkena tekanan darah tinggi atau tergiur untuk merokok, demi menghilangkan stresnya. Padahal, kedua hal ini adalah pemicu utama dari serangan jantung yang sangat mematikan," ujar Peneliti utama, Dr. Denishan Govender.

"Yang berhutang bahkan bisa mengalami peningkatan stres atau gejala depresi yang signifikan menjelang hari penagihan cicilan, apalagi jika mereka tidak memiliki pemasukan yang cukup untuk membayarnya."

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak terbiasa berhutang terkecuali untuk hal-hal yang mendesak agar resiko terkena penyakit mematikan ini bisa ditekan.