Selasa, 07 November 2017 07:31 WITA

Tidur Dengan Kipas Angin Diarahkan ke Tubuh, Pria ini Meninggal Dunia

Editor: Adil Patawai Anar
Tidur Dengan Kipas Angin Diarahkan ke Tubuh, Pria ini Meninggal Dunia

RAKYATKU.COM - Cukup banyak masyarakat Indonesia yang sengaja tidur dengan mengarahkan kipas angin ke badannya karena memang suhu udara cukup panas sehingga membuat mereka kegerahan dan kesulitan untuk terlelap. Memang, menggunakan kipas angin bisa membuat suhu ruangan menjadi lebih sejuk dan kita pun bisa lebih mudah tertidur. Sayangnya, hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Tak hanya badan menjadi kurang nyaman atau memicu batuk dan pilek, kasus yang terjadi di Thailand, 2 November 2017 lalu mungkin bisa membuat kita berpikir ulang untuk mengarahkan kipas angin ke badan saat tidur meski udara sedang cukup panas. Bagaimana tidak, seorang pria berusia 44 tahun meninggal dunia gara-gara mengarahkan 3 kipas angin sekaligus ke badannya saat tidur.

Dilansir doktersehat.com, pria bernama Sobthawee Boonkua ini ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar tidurnya setelah tidur di sebuah rumah di Tambon Nai Muang. Kakaknya, Saravuth Boonkua menyebutkan bahwa Sobthawee tinggal di rumah tersebut untuk mengurus ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan, Udom Boonkua (86). Saravuth menyebutkan bahwa adiknya adalah orang yang sehat namun memang suka mengarahkan kipas angin ke tubuhnya saat tidur karena selalu merasa kepanasan. Yang tidak diperkirakan Sobthawee adalah, suhu udara di tengah malam hingga dini hari di area tersebut cenderung semakin menurun sehingga Ia pun mengalami hipotermia dan akhirnya meninggal dunia.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan keesokan harinya juga menunjukkan bahwa Sobthawee memang meninggal karena hipotermia. Tubuh pria ini tidak mampu menyesuaikan diri dengan suhu udara yang terus menurun dan akhirnya mengalami syok hingga meninggal dunia. Pihak keluarga pun menerima penjelasan pihak rumah sakit yang memeriksa tubuh Sobthawee dan akan segera mengebumikan mayat pria malang ini.