Minggu, 05 November 2017 07:01 WITA

Yang Terjadi pada Tubuh Anda Jika Kurangi Konsumsi Gula

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Yang Terjadi pada Tubuh Anda Jika Kurangi Konsumsi Gula
ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Pernahkah Anda menghitung berapa banyak gula yang Anda konsumsi dalam sehari? Bukan hanya gula meja yang Anda tambahkan pada sajian kopi atau teh Anda. tapi juga kandungan gula yang ada pada makanan Anda, seperti donat, kue, es krim, permen, cokelat, makanan kering, atau makanan manis lainnya. 

Jumlahnya mungkin sulit Anda hitung dan mungkin sangat banyak. Padahal, American Heart Association merekomendasikan agar Anda mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 9 sendok teh untuk pria (setara dengan 36 gram) dan 6 sendok teh untuk wanita (setara dengan 25 gram). 

Sedangkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan agar pria maupun wanita mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 4 sendok makan.

Jadi mulai sekarang, sebaiknya perhatikan asupan gula Anda, terutama asupan gula pada minuman yang biasanya kurang Anda sadari. Mengurangi gula tidak hanya menurunkan risiko Anda terhadap diabetes tipe 2. Tapi, juga dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Nah, berikut ini adalah manfaat yang bisa Anda rasakan pada tubuh Anda saat Anda mulai mengurangi gula.

1. Kulit menjadi lebih sehat

Penelitian menunjukkan bahwa gula dalam darah dapat membentuk efek domino molekuler yang disebut glycation. Glycation merupakan proses di mana molekul gula mengikat dan merusak kolagen dan elastin di kulit. Hal ini menyebabkan kulit menjadi kurang kencang dan elastis, sehingga keriput lebih mudah muncul. Sehingga, dengan mengurangi gula, maka kulit Anda akan terlihat lebih awet muda.

2. Jantung juga menjadi lebih sehat

Konsumsi gula berlebih, selain berpengaruh pada gula darah juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Dilansir dari Prevention, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin, yang kemudian dapat mengaktifkan sistem simpatik, meningkatkan tekanan darah, dan detak jantung, menurut James J. DiNicolantonio, PharmD, peneliti kardiovaskular di St. Luke’s Mid-Atlantic Heart Institute di Kansas City.

Sebuah penelitian dalam jurnal JAMA 2014 pun menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih (lebih dari 21% dari konsumsi kalori per hari) dapat memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan orang yang mengonsumsi gula 17-21% dari kalori per hari.

3. Penumpukan lemak dalam tubuh menurun

Gula mengandung kalori. Artinya, konsumsi gula berlebih dapat menyumbang kalori berlebih pada tubuh Anda. Kalori berlebih ini dapat disimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh sehingga membuat Anda mengalami kenaikan berat badan. Sebaliknya, dengan mengurangi konsumsi gula, artinya Anda juga mengurangi kalori yang masuk ke tubuh, sehingga Anda dapat terhindar dari kenaikan berat badan dan obesitas.

4. Peningkatan kerja otak

Kelebihan asupan gula pada gilirannya dapat menghambat komunikasi antara sel di otak, sehingga menghalangi proses pembelajaran dan ingatan, demikian yang disimpulkan dari sebuah penelitian dari UCLA pada hewan. Hal ini mungkin bisa dilihat saat Anda banyak konsumsi gula di pagi hari yang dapat membuat Anda mengantuk, sehingga membuat Anda jadi kurang fokus.

Untuk itu, sebaiknya kurangi konsumsi gula Anda atau ganti dengan pemanis non-gula yang rendah kalori. Otak bisa memanfaatkan gula menjadi energi lebih efisien saat Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

5. Risiko diabetes menurun

Kelebihan asupan gula dapat menyebabkan penumpukan lemak perut di tubuh. Hal ini membuat risiko resistensi insulin semakin meningkat, sehingga risiko penyakit diabetes pun ikut meningkat. Nah, dengan mengurangi konsumsi gula, maka risiko Anda terkena diabetes akan berkurang. Saat asupan gula berkurang, tubuh akan menghasilkan lebih sedikit insulin dan hati akan lebih efektif memecah racun yang tersimpan dalam tubuh.