Kamis, 02 November 2017 15:54 WITA

Infertilitas Meningkatkan Risiko Kematian Pada Wanita

Editor: Suriawati
Infertilitas Meningkatkan Risiko Kematian Pada Wanita
INT

RAKYATKU.COM - Penelitian baru dari Perelman School of Medicine menemukan bahwa wanita yang mengalami infertilitas (kemandulan) berisiko tinggi berumur pendek.

Dalam studinya, peneliti menganalisis data dari 78.214 wanita yang terdaftar dalam uji coba Kanker Prostat, Paru, dan Kolorektal dari National Cancer Institute antara tahun 1992 hingga 2001. Para peserta terus dipantau selama 13 tahun. Sekitar 14,5 persen wanita dalam penelitian melaporkan masalah ketidaksuburan.

Dalam analisis data, peneliti menemukan bahwa wanita subur kurang 10 persen lebih mungkin meninggal dunia selama masa tindak lanjut, dibandingkan wanita yang tidak subur.

Pasien mandul, 44 persen lebih mungkin meninggal karena kanker payudara, meski infertilitas tidak terkait dengan risiko kanker ovarium atau endometrium yang lebih tinggi. Wanita dengan masalah infertilitas juga 70 persen lebih mungkin meninggal karena diabetes tipe 2 dibandingkan wanita tanpa masalah ketidaksuburan.

Infertilitas Meningkatkan Risiko Kematian Pada Wanita"Meskipun kita belum bisa menjelaskan hubungan antara ketidaksuburan dan kematian, ada kemungkinan kondisi tersebut dapat menjadi indikator awal gangguan endokrin atau inflamasi seiring berjalannya waktu, menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit berbahaya atau diabetes," kata Dr. Natalie Stentz, peneliti dari Reproductive Endocrinology and Infertility at the Perelman School of Medicine.

"Hasilnya menimbulkan pertanyaan signifikan mengenai efek infertilitas jangka panjang dan apakah infertilitas itu sendiri atau kondisi mendasar yang mempengaruhi seseorang terhadap ketidaksuburan yang mendorong peningkatan risiko ini," kata Stentz.