Minggu, 22 Oktober 2017 13:51 WITA

Pernikahan Tidak Bahagia Bisa Tingkatkan Resiko Penyakit Jantung

Editor: Suriawati
Pernikahan Tidak Bahagia Bisa Tingkatkan Resiko Penyakit Jantung
INT

RAKYATKU.COM - Pernikahan merupakan komitmen yang sangat besar yang dilakukan oleh dua orang yang bersedia menjadi mitra untuk membina sebuah keluarga.

Pada prakteknya, pernikahan dapat mengganggu hubungan antara pasangan karena sejumlah alasan, dan membuat mereka stres, tidak bahagia atau depresi.

Mengejutkannya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pernikahan yang tidak bahagia dapat meningkatkan risiko masalah jantung, terutama pada wanita.

Mengapa demikian? Perlu diketahui bahwa salah satu penyebab utama penyakit jantung adalah stres. Kondisi ini bisa menghasilkan hormon kortisol tingkat tinggi pada pria, yang bisa meningkatkan kadar kolesterol hingga mempengaruhi jantung.

BACA JUGA: Golongan Darah Ini Rawan Kena Serangan Jantung

Para ilmuwan dari Michigan State University menemukan bahwa orang-orang yang telah mengalami konflik selama puluhan tahun dengan pasangan mereka lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung daripada pada pernikahan yang normal.

Menurut penelitian baru-baru ini, stres perkawinan, yang disebabkan oleh masalah dalam perkawinan, adalah salah satu penyebab utama masalah jantung pada pria berusia di atas 60 tahun.

Pernikahan Tidak Bahagia Bisa Tingkatkan Resiko Penyakit JantungDalam studinya, peneliti, Hui Lui yang merupakan sosiolog Michigan State University mempelajari 1.200 orang dewasa berusia akhir 50an sampai 80an selama periode lima tahun. Ia bersama tim melakukan tentang perkawinan mereka. Mereka kemudian membandingkan kesehatan jantung responden dengan jawaban mereka.

Hasil menunjukkan bahwa semakin negatif orang dewasa merasa terhadap perkawinannya, semakin berisiko dia menderita kesehatan kardiovaskular.

Liu mengatakan bahwa stres seperti ini cenderung meningkat seiring berjalannya waktu, itulah sebabnya mengapa pasangan yang lebih tua berisiko tinggi terkena penyakit jantung