Jumat, 20 Oktober 2017 05:02 WITA

Golongan Darah Ini Rawan Kena Serangan Jantung

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Golongan Darah Ini Rawan Kena Serangan Jantung

RAKYATKU.COM - Gaya hidup dan faktor genetik kerap menjadi penyebab seseorang menderita penyakit jantung. 

Terdapat sebuah penelitian yang mengungkapkan, serangan jantung ternyata juga dapat dipengaruhi oleh golongan darah.

Kesimpulan ini berdasarkan hasil analisis terhadap lebih dari 1,3 juta orang. Berdasarkan hasil analisa tersebut, orang dengan golongan darah selain O memiliki kemungkinan gangguan kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Angka kemungkinan terkena serangan jantung tersebut mencapai lebih dari sembilan persen.

Namun, kesimpulan ini belumlah final. Pasalnya. tim peneliti belum bisa memastikan apakah dua variabel tersebut memiliki korelasi secara langsung atau ada pengaruh yang lain.

“Orang dengan kelompok darah non-O (A, B, AB) memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, namun penjelasan ini berasal dari studi kasus yang memiliki tingkat bukti rendah,” kata pemimpin peneliti Tessa Kole, dari University Medical Center Groningen, yang dikutip dari Klik Dokter.

Para peneliti tersebut menemukan angka penyakit jantung koroner secara signifikan lebih tinggi pada kelompok golongan darah non-O.

Salah satu penjelasan yang mungkin mengaitkan antara golongan darah dan penyakit jantung adalah golongan darah non-O memiliki konsentrasi protein pembekuan darah lebih tinggi dari golongan darah lainnya. Adanya protein pembekuan darah ini biasanya dikaitkan dengan kejadian stroke.

Sementara itu, kadar kolesterol yang tinggi juga ditemukan pada golongan darah A. Sebuah molekul yang disebut galectin-3 berkaitan dengan kemungkinan terjadinya peradangan pada orang orang-orang yang memiliki golongan darah non-O.

Temuan ini adalah sebuah hipotesis awal. Para peneliti berencana untuk melakukan uji coba untuk mengurangi risiko serangan jantung di masa yang akan datang.

“Ke depannya, kelompok golongan darah harus dipertimbangkan dalam pemeriksaan terhadap risiko terkena penyakit jantung dan pencegahannya, bersamaan dengan kolesterol, usia, jenis kelamin, dan tekanan darah sistolik,” kata Kole.