14 October 2017 06:30 WITA

Alasan Dibuatnya 'No Bra Day'

Editor: Almaliki
Alasan Dibuatnya 'No Bra Day'

RAKYATKU.COM - Perayaan ‘No Bra Day’ alias hari tanpa bra setiap tanggal 13 Oktober 2017, memang terdengar tabu. Namun tak banyak yang tahu alasan dibuatnya hari tersebut.

Pada 2011, No Bra Day baru benar-benar dirayakan di Toronto, Kanada dan diinisiasi oleh seorang ahli bedah plastik bernama Dr. Mitchell Brown. Awalnya, ia mengampanyekan kegiatan bernama BRA atau Breast Reconstruction Awareness Day.

Dalam kegiatan itu, mereka yang mengalami gejala atau mengidap kanker payudara, bisa mengajukan pelbagai pertanyaan dan hal-hal tentang perlunya masektomi atau operasi pengangkatan payudara.

Dari sana, pada tahun 2014, gerakan ini ternyata sudah mendapatkan perhatian dari masyarakat dari 30 negara di dunia. Setelahnya, tagar #NoBraDay terus menggema di media sosial, dengan tujuan meminta pada wanita di seluruh dunia untuk tidak memakainya selama seharian penuh pada tanggal 13 Oktober.

Hal itu sebagai cara untuk menyebarkan kesadaran dan edukasi tentang potensi kanker payudara akibat dari penggunaan bra secara berlebihan. Selain tentang edukasi, hal itu juga dijadikan perlawanan dari ketidaksetaraan gender yang masih terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia.

Tak hanya itu, kampanye ini juga dilakukan untuk penggalangan dana bagi korban kanker payudara yang membutuhkan bantuan.