12 October 2017 18:21 WITA

Wah, Bayi Dalam Kandungan Ternyata Bermain Juga Lho

Editor: Fathul Khair Akmal
Wah, Bayi Dalam Kandungan Ternyata Bermain Juga Lho

RAKYATKU.COM - Perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan ibu tentu sangat penting. Karena itulah perkembangan janin akan selalu dipantau. Namun, selain perkembangan fisiknya, ada satu lagi yang bisa Anda pantau. 

Tak lain adalah aktivitas atau kegiatan janin selama berada di kandungan. Ya, bayi Anda sudah bisa beraktivitas seperti dikutip hellosehat.com.

1. Tidur dan terbangun
Pada awal kehamilan, janin dalam kandungan Anda beraktivitas laiknya bayi yang baru lahir. Janin tidur, bergerak, mendengarkan suara-suara, membangun pikiran dan ingatan. Namun, memang sekitar 90% kegiatan bayi adalah tidur sepanjang hari.

Bayi mengalami siklus tidur lelap, REM (Rapid Eye Movement) di mana bayi bisa bermimpi layaknya orang dewasa, dan tidur ayam (antara terbangun dan tertidur).

Para ahli dari Friedrich Schiller University di Jerman, melakukan penelitian pada janin domba yang memiliki kemiripan dari segi ukuran dan berat dengan janin manusia. Peneliti menemukan bahwa bayi bisa memasuki kondisi tidur bermimpi selama seminggu sebelum REM pertama terlihat.

REM pertama terlihat pada sekitar usia 7 bulan. Perubahan siklus antara REM sleep dengan non-REM sleep pada otaknya berlangsung setiap 20 hingga 40 menit. Namun, fungsi dari siklus tidur tersebut masih menjadi perdebatan para ahli di dunia.

2 Bergerak dan bermain
Bayi Anda pertama kali melakukan gerakan pada minggu kesembilan dari kehamilan. Pada minggu ke-13 bayi Anda dapat memasukkan ibu jari ke dalam mulutnya meskipun otot mengisapnya belum berkembang dengan sempurna. Gerakan otot sadar (yang disengaja oleh bayi) pertama kali terjadi sekitar minggu ke-16.

Bayi bergerak sebanyak 50 kali setiap jamnya. Bayi menggerakkan kepala, wajah, lengan, menyentuh tangan yang satu dengan yang lainnya atau menyentuhkan kakinya ke tangannya. Pada minggu ke-37 bayi telah berkembang koordinasi gerakannya sehingga ia dapat menggenggam dengan jarinya.

Bayi juga dapat bereaksi terhadap gerakan ibu. Pada tes USG, bayi terlihat bergerak ke atas dan ke bawah saat ibunya tertawa. Bayi juga akan bergerak lebih kencang saat ibunya juga tertawa lebih keras. Dengan cara ini, ibu dan ayah pun bisa mengajak bayi dalam kandungan bermain dan bercanda bersama.

3 Mendengar dan belajar
Bayi mulai mendengar secara utuh pada trimester ketiga. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa bayi juga dapat mendengar suara-suara paling awal pada usia 20 minggu dan bisa terkejut karena suara keras pada usia 25 minggu. 

Suara yang sangat keras dapat mengubah ritme jantung bahkan dapat menyebabkan kekosongan kandung kemih mereka. Maka, hati-hati dengan suara yang mengagetkan, misalnya bunyi alarm atau nada dering ponsel ibu.

Menurut Robert Abrams, ahli fisiologi janin di Departemen Obstetrik dan Ginekologi University of Florida, suara-suara dari luar tubuh Anda memang agak teredam, tapi masih bisa kedengaran oleh bayi dengan jelas.

Pernyataan yang dilansir dari WebMD tersebut menjelaskan bahwa suara dengan frekuensi rendah cenderung lebih terdengar daripada frekuensi yang tinggi. Suara laki-laki misalnya, lebih jelas dari wanita dan lebih mudah dikenali oleh sang bayi.

Selain itu, bayi dalam kandungan bisa mengenali pola dan intonasi suara secara spesifik meskipun mereka tidak mengenali kata-kata tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi setelah lahir akan mengenali dan merasa nyaman dengan sebuah cerita yang diulang-ulang diceritakan kepada mereka saat dalam kandungan. Begitu juga dengan lagu-lagu tertentu seperti lagu pembuka dari acara TV yang rutin Anda tonton selama kehamilan.

Tags