Selasa, 10 Oktober 2017 08:02 WITA

Jangan Memakan Berlebihan Kerupuk, Ini Faktanya

Editor: Adil Patawai Anar
Jangan Memakan Berlebihan Kerupuk, Ini Faktanya

RAKYATKU.COM – Kerupuk adalah salah satu lauk yang paling digemari masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, sensasi renyah dan gurih dari kerupuk bisa membuat makanan menjadi jauh lebih nikmat.

Tak hanya dijadikan lauk, kerap kali kerupuk juga dijadikan camilan. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita tidak berlebihan makan kerupuk karena memiliki jumlah kalori yang sangat tinggi.

Kerupuk terbuat dari bahan tepung tapioka atau tepung kanji yang ditambah dengan bahan-bahan lain seperti garam, gula, bawang, serta vetsin. Beberapa jenis kerupuk juga ditambah bahan lain seperti ikan, sayuran, dan umbi-umbian demi menambah cita-rasanya.

Yang menjadi masalah adalah, di di dalam 100 gram kerupuk atau yang setara dengan 6 buah kerupuk, kita bisa menemukan 476 kalori, 71 gram karbohidrat, dan 21 gram lemak. Adanya kandungan ini tentu berpotensi membuat kita menaikkan berat badan jika mengkonsumsinya dengan berlebihan.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi 6 buah kerupuk ini setara dengan mengkonsumsi dua setengah porsi nasi putih. Padahal, terkadang kita mengkonsumsi kerupuk hingga 2 atau 3 buah setiap kali makan yang berarti kita memasukkan kalori dalam jumlah yang sangat banyak pada tubuh.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health, disebutkan bahwa mereka yang suka mengkonsumsi gorengan cenderung lebih beresiko mengalami masalah kegemukan.

Tak hanya bagi orang dewasa, konsumsi makanan yang digoreng pada anak-anak juga bisa meningkatkan resiko ini. Mengingat kerupuk juga termasuk dalam makanan yang digoreng dan tinggi kalori, ada baiknya memang kita membatasi asupannya.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa jika kita menjadikannya lauk dan tidak mengkonsumsinya dengan berlebihan, maka hal ini masih diperbolehkan. Namun, ada baiknya kita tidak menjadikan kerupuk sebagai camilan karena tingginya kadar kalori di dalamnya.