Minggu, 08 Oktober 2017 14:24 WITA

Otak Pria Lebih Besar dari Wanita, Siapa yang Lebih Pintar?

Editor: Fathul Khair Akmal
Otak Pria Lebih Besar dari Wanita, Siapa yang Lebih Pintar?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Meski ukuran otak pria memang lebih besar daripada wanita, tapi itu tidak membuat kaum Adam lantas lebih pintar dan cerdas. Malah mungkin ada lebih banyak populasi wanita cerdas daripada pria. 

Ini karena sebenarnya tidak ada hubungan kuat antara ukuran otak dan tinggi-rendahnya IQ manusia. Lalu, apa yang menentukan kecerdasan manusia? Dan, siapa yang sebenarnya lebih cerdas: wanita atau pria?

Pria dan wanita punya struktur otak yang berbeda

Struktur otak laki-laki
Volume rata-rata otak laki-laki sekitar 10% lebih besar dibandingkan otak perempuan seperti dikutip hellodokter.com. Perbedaan struktur otak ini, tampaknya bertanggung jawab dalam kinerja kognitif. 

Secara garis besar, pria memang terbukti lebih unggul daripada wanita dalam menyelesaikan tugas visual-spasial. Salah satu contohnya adalah keterampilan matematika.

Otak laki-laki juga memiliki lebih banyak koneksi dari depan ke belakang, yang dapat meningkatkan pemahaman nalar; sehingga membuat mereka lebih “ngeh” dan terbiasa dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Ini yang membuat pria dapat lebih sigap untuk mengambil tindakan.

Laki-laki memiliki kemampuan motorik yang jauh lebih kuat dibandingkan perempuan. Kemampuan ini dapat digunakan untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi yang baik antara tangan dan mata, seperti melempar bola atau memalu paku.

Namun, otak yang lebih besar tidak berarti bahwa laki-laki lebih pintar dibandingkan otak perempuan.

Struktur otak perempuan
Meskipun ukuran otak laki-laki lebih besar dibanding ukuran otak perempuan, faktanya hippocampus pada perempuan lebih besar dibanding laki-laki. 

Hippocampus adalah bagian otak yang menyimpan memori, salah satu alasan perempuan bisa melihat satu masalah dari berbagai sudut pandang dan mengolah banyak informasi lebih cepat. 

Otak perempuan didesain untuk dapat menyerap informasi lima kali lebih cepat dibandingkan laki-laki.

Jika koneksi otak laki-laki lebih banyak yang tersambung dari depan ke belakang, perempuan lebih banyak memiliki sambungan dari kiri ke kanan melintasi dua bagian otak. Ini menjadi alasan perempuan lebih cepat menyimpulkan sesuatu dibanding laki-laki. 

Bagian kiri otak berkaitan dengan pemikiran logis, dan intuisi. Perempuan juga memiliki lebih banyak “porsi” gray matter di daerah hippocampusnya. Grey matter memengaruhi kemampuan perempuan dalam menyerap kosa kata, membaca, dan menulis yang lebih baik.

Di otak perempuan, terdapat lebih banyak koneksi saraf di daerah yang terkait dengan memori dan kognisi sosial. Sehingga, tidak mengherankan jika perempuan cenderung lebih baik dalam mengingat, memahami bagaimana perasaan orang lain alias berempati, dan mengetahui cara merespons yang benar dalam segala situasi sosial.

Selain itu, otak perempuan juga memproduksi lebih banyak serotonin dan oksitosin, yang mungkin membuat mereka lebih tenang, lebih tertarik pada hubungan emosional, dan mampu mempertahankan fokus untuk jangka waktu yang lebih lama. Ini jugalah yang membuat wanita lebih jago multitasking daripada pria.

Lalu, siapa yang lebih cerdas: pria atau wanita?

Sebelum tahu jawabannya, ketahui dulu definisi kecerdasan sebenarnya bukan hanya tentang kemampuan dalam akademis saja, namun lebih luas dari itu. Cara terbaik untuk mengetahui apakah pria atau wanita cerdas adalah dengan mengukur kemampuan seseorang berdasarkan pada bagaimana ia memperoleh dan mewujudkan pengetahuan yang ia peroleh, terpisah dari pengetahuan yang ia miliki.

Pada umumnya, kecerdasan seseorang dapat diukur melalui tes IQ untuk mengetahui seberapa baik kemampuan mereka dalam empat bidang berikut: pemahaman verbal, penalaran persepsi (visual-spasial dan auditori), memori kerja (termasuk ingatan jangka pendek), dan kecepatan pemrosesan informasi/pertanyaan.

Meski demikian, Daniel Amen, MD, penulis buku Unleash the Power of the Female Brain menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan besar yang ditemukan pada hasil tes IQ pria dan wanita, terlepas dari perbedaan ukuran otaknya. Pasalnya seberapa cerdas seseorang kadang bukan karena orang tersebut diajarkan untuk menjadi cerdas. Kecerdasan diperoleh dengan cara mengajarkan mereka untuk menggunakan apa yang mereka punya secara efisien.

Jadi, meski mungkin ada lebih banyak populasi wanita cerdas daripada pria, tidak ada salah satu kubu yang benar-benar lebih unggul dan pintar. Keduanya memiliki kecerdasan di hal-hal yang berbeda. Namun secara khusus memang terdapat perbedaan perkembangan otak dan kompetensi pada tugas kognitif tertentu di antara perempuan dan laki-laki.