Kamis, 21 September 2017 10:09 WITA

WHO: Dunia Kekurangan Antibiotik

Editor: Suriawati
WHO: Dunia Kekurangan Antibiotik
INT

RAKYATKU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan yang memperingatkan bahwa antibiotik yang saat ini dalam pengembangan klinis, tidak cukup untuk melawan ancaman resistensi antimikroba yang semakin meningkat.

WHO mengatakan, sebagian besar obat yang saat ini dalam fase klinis adalah modifikasi antibiotik yang ada dan hanya solusi jangka pendek.

BACA JUGA: Catat, Minum Sambil Berdiri Dapat Berakibat Fatal

Sementara itu, infeksi yang terus bertambah menimbulkan ancaman terbesar terhadap kesehatan, termasuk TB yang resistan terhadap obat yang membunuh sekitar 250.000 orang setiap tahunnya.

"Resistensi antimikroba adalah keadaan darurat kesehatan global yang akan sangat membahayakan kemajuan pengobatan modern," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (20/09).

"Ada kebutuhan mendesak untuk investasi lebih lanjut dalam penelitian dan pengembangan untuk infeksi resisten antibiotik termasuk TB, jika tidak, kita akan dipaksa kembali ke saat orang-orang mengkhawatirkan infeksi umum dan mempertaruhkan nyawa mereka dari operasi kecil," tambah Ghebreyesus.

WHO: Dunia Kekurangan AntibiotikSelain TB, WHO juga telah mengidentifikasi 12 kelas patogen prioritas, termasuk infeksi umum seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih yang semakin resisten terhadap antibiotik yang ada dan sangat membutuhkan perawatan baru.

Di antara 51 antibiotik baru yang baru diidentifikasi dalam pengembangan klinis, hanya delapan yang digolongkan oleh WHO sebagai perawatan inovatif yang akan menambah nilai pada gudang pengobatan antibiotik saat ini.

"Perusahaan farmasi dan peneliti harus segera fokus pada antibiotik baru terhadap beberapa jenis infeksi serius yang dapat membunuh pasien dalam hitungan hari karena kita tidak memiliki garis pertahanan," kata Suzanne Hill, Direktur Departemen Obat-obatan Esensial di WHO.