Kamis, 14 September 2017 11:48 WITA

Vape Bernikotin Bisa Membahayakan Pembuluh Darah

Editor: Suriawati
Vape Bernikotin Bisa Membahayakan Pembuluh Darah
INT

RAKYATKU.COM - Nikotin dalam e-rokok (vape) dapat menyebabkan arteri kaku, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke, menurut sebuah penelitian kecil di Swedia.

Meskipun banyak orang menganggap vape tidak berbahaya, terutama dibandingkan dengan rokok biasa, tapi ini ternyata memiliki efek jangka panjang.

BACA JUGA: Benarkah Merokok Bikin Kurus?

"Kami berpikir bahwa paparan e-rokok dengan nikotin dapat menyebabkan arteri yang lebih kaku dan, dalam jangka panjang, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular," kata pemimpin penelitian Magnus Lundback, dari Danderyd University Hospital.

Lundback mengatakan, temuan ini menyoroti kebutuhan untuk berhati-hati dalam menggunakan e-rokok. "Orang harus sadar akan potensi bahaya sehingga mereka bisa memutuskan untuk menggunakannya berdasarkan bukti ilmiah." katanya.

Vape Bernikotin Bisa Membahayakan Pembuluh DarahPada tahun 2016, Lundback dan rekan-rekannya merekrut 15 orang muda yang sehat. Relawan ini hanya merokok sekitar 10 batang rokok per bulan dan belum pernah mencoba rokok elektronik.

Para peneliti secara acak menugaskan peserta untuk menggunakan e-rokok yang mengandung nikotin selama 30 menit pada satu hari dan yang lainnya diberi e-rokok tanpa nikotin.

Tim Lundback mengukur tekanan darah, denyut jantung dan kekakuan arteri tepat setelah menggunakan e-cigarette, dua dan empat jam kemudian.

Peneliti menemukan, setengah jam pertama setelah menggunakan e-rokok yang mengandung nikotin, tekanan darah, denyut jantung dan kekakuan arteri meningkat secara signifikan.

Sementara itu, tingkat denyut jantung dan kekakuan arterial tidak meningkat saat orang menggunakan rokok tanpa nikotin.

"Peningkatan kekakuan arterial bersifat sementara. Namun paparan rokok yang terus berlanjut dapat menyebabkan peningkatan permanen pada kekakuan arterial," kata Lundback.

Dia menduga bahwa perubahan kekakuan arteri permanen yang sama dengan rokok tembakau juga akan terjadi dengan penggunaan rokok e-rokok jangka panjang dengan nikotin.

"Namun, hasil ini menunjukkan efek sementara. Studi jangka panjang tentang paparan e-rokok kronis perlu dilakukan untuk memastikannya," katanya.

Hasil penelitian tersebut rencananya akan dipresentasikan pada pertemuan European Respiratory Society di Milan, Italia. Temuan yang dipresentasikan pada pertemuan umumnya dipandang sebagai pendahuluan sampai dipublikasikan di jurnal peer-reviewed.

Tags