13 September 2017 17:52 WITA

Agar Otak Tidak Lemot, Jangan Lupa Makan Ini Saat Sarapan

Editor: Adil Patawai Anar
Agar Otak Tidak Lemot, Jangan Lupa Makan Ini Saat Sarapan

RAKYATKU.COM - Bagi mereka yang tinggal di kota besar, sarapan seringkali menjadi hal yang kerap ditinggalkan. Bahkan, kebanyakan dari mereka memilih untuk ngemil makanan apapun yang bisa mengganjal perut yang sedang lapar. Padahal, kebiasaan ini kurang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Dilansir doktersehat.com, tak hanya membuat tubuh tidak memiliki energi, melewatkan waktu sarapan pagi juga bisa meningkatkan resiko terkena obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang membutuhkan asupan makanan berenergi yang akhirnya memicu peningkatan keinginan mengkonsumsi camilan yang tidak sehat.

Bahkan, pakar kesehatan gizi dr. Samuel Oetoro menyebutkan, kebiasaan tidak mengkonsumsi sarapan ini akan membuat otak lemot sehingga kita pun akan kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Menurut dr. Samuel, otak membutuhkan nutrisi untuk bekerja secara optimal. Nutrisi tersebut adalah karbohidrat. Hal ini berarti, kita sebaiknya tidak pernah melewatkan asupan karbohidrat saat sarapanmeskipun saat kita sedang dalam program penurunan berat badan. Jika kita mengkonsumsi sarapan tanpa asupan karbohidrat ini, maka otak pun akan cenderung lebih lemot dan sulit untuk dipakai berkonsentrasi.

Lantas, seberapa banyak asupan karbohidrat yang sebaiknya kita penuhi? Dr. Samuel menyarankan kita untuk mengkonsumsi minimal 120 gram karbohidrat setiap hari. Beliau juga lebih menyarankan karbohidrat kompleks seperti yang ada dalam nasi merah, ubi, dan kentang. 
Tak hanya itu, dr. Samuel juga menyebutkan bahwa pola makan diet yang tidak melibatkan asupan karbohidrat justru sangat tidak sehat. Hal ini justru akan membuat otak tidak memiliki sumber energi dan akhirnya kita pun akan tidak bisa berpikir dan malas bergerak. Padahal, tubuh yang aktif bergerak adalah salah satu syarat untuk mendapatkan berat badan yang ideal.