Rabu, 13 September 2017 09:05 WITA

Mitos Pembalut yang Salah Tapi Dipercaya Banyak Orang

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Mitos Pembalut yang Salah Tapi Dipercaya Banyak Orang

RAKYATKU.COM - Pembalut memiliki fungsi untuk menyerap darah yang keluar saat menstruasi. Berbagai produk pembalut pun meramaikan pasar dengan berbagai varian keunggulan. 

Namun, di balik manfaat dan kegunaannya, sering terdengar beberapa mitos tentang pembalut di tengah masyarakat. Berikut beberapa mitos mengenai pembalut yang masih sering diyakini, tapi tidak benar dan dipatahkan oleh fakta medis.

1. Pembalut Dapat Sebabkan Kanker Serviks
Hal ini tidak benar sama sekali. Karena hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau disingkat HPV. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis virus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Virus ini paling sering ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom. Jadi, bukan karena pembalut.

2. Pakai pembalut bisa bikin mandul
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa pemakaian pembalut akan menyebabkan kemandulan. Namun salah satu penelitian di Pakistan menunjukkan bahwa pemakaian bahan atau material yang tidak bersih untuk menyerap darah menstruasi ternyata dapat meningkatkan risiko kemandulan. Meskipun belum tahu bagaimana prosesnya, namun menggunakan material yang bersih dan dapat menyerap darah dengan baik menjadi hal yang penting untuk kesehatan organ kewanitaan.

Di sisi lain, penggunaan material yang tidak tepat untuk penyerapan darah menstruasi dapat menimbulkan infeksi. Saat menstruasi, kelembaban di daerah intim akan meningkat karena darah yang keluar melalui lubang vagina dan hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi jamur maupun bakteri. 

Pembalut adalah produk yang dapat dipastikan kondisinya steril dan aman sebelum digunakan. Agar tetap bersih dan terhindar dari iritasi dan infeksi, sebaiknya rajin ganti pembalut 4-6 sekali atau ketika darah menstruasi sedang keluar banyak. Kalau mau aman, pastikan pembalut Anda memiliki nomor registrasi dari Kementrian Kesehatan RI sebagai bukti standar kesehatan nasional.

3. Pembalut berpewangi bikin darah menstruasi tidak bau
Pada dasarnya, aroma darah menstruasi sangat khas, karena mengandung sel-sel yang semula “hidup”. Perlu diketahui bahwa aroma darah menstruasi itu tidak akan tercium oleh orang lain.

Sebaliknya, bahan kimia yang digunakan sebagai pewangi pada pembalut justru berisiko memicu iritasi di area vagina. Jika vagina Anda terus menerus mengeluarkan bau tak sedap bahkan setelah haid usai, konsultasikan ke dokter.

5. Perekat di pembalut menyebabkan keputihan
Fungsi perekat pada pembalut adalah untuk merekatkan pembalut ke celana dalam agar tidak mudah bergeser atau lecek saat beraktivitas. Keputihan adalah hal yang normal terjadi. Cairan ini justru membantu membersihkan vagina agar vagina tetap bersih dan sehat, serta menyediakan pelumas dan melindungi vagina dari infeksi dan iritasi. Namun jika cairan keputihan Anda tampak tidak normal, ini mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Di sisi lain, pola perekat berbentuk garis-garis tipis, jadi tidak menutupi seluruh bagian belakang pembalut sehingga sirkulasi udara tetap lancar dan bebas lembap. Sederhananya, perekat di pembalut bukan penyebab keputihan.