13 September 2017 08:33 WITA

Tips Menyimpan ASI Untuk Persediaan Si Buah Hati

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Tips Menyimpan ASI Untuk Persediaan Si Buah Hati
Ilustrasi. Int

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Air Susu Ibu (ASI) mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan oleh bayi. Untuk itu sangat perlu pemberian eksklusif pada bayi, minimal selama 6 bulan, untuk tumbuh kembang si kecil.

Saat ini, ibu yang juga menyandang wanita karir tidak perlu khawatir untuk memberi ASI Eksklusif pada bayinya. Karena dapat memompa ASI untuk disimpan sebagai persediaan bagi si bayi. Sehingga meski sibuk bekerja para ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada buah hati.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Sundari menjelaskan, ASI hasil pompa dari sang ibu, atau ASI Perah ini dapat bertahan 6 jam pada suhu ruangan 25 derajat celcius, 24 jam jika dimasukkan dalam box pendingin dengan kantong es (ice pack), 5 hari ketika ditaruh dalam kulkas dengan suhu 4 derajat celcius, dan bertahan hingga 6 bulan jika ditaruh dalam freezer dengan suhu 18 derajat celcius di bawah titik beku.

“Dengan cara ini, ibu bisa siapkan stok selama bekerja, jadi bayi tetap mendapatkan hak ASI eksklusifnya selama enam bulan penuh. Ketika ibu atau bayinya sakit, tidak perlu khawatir, karena bayi tetap bisa mendapatkan asupan ASI berkualitas dari stok yang ada di kulkas,” ujarnya.

Namun, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan saat menyimpan ASI Perah  untuk persediaan ini. Diantaranya, menggunakan wadah penyimpanan ASI yang steril. Pilih yang berbahan plastik (BPA Free), karena kaca bisa retak.

"Kemudian berikan label pada wadah penyimpanan, tulis kapan Anda memompa dan menyimpannya. Hal ini berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus dipakai terlebih dahulu," jelas Sundari.

Selain itu, harus sering membersihkan alat pompa ASI. Cuci menggunakan air hangat dan sabun, bilas, kemudian keringkan dengan udara.

"Jangan lupa untuk selalu cuci tangan sebelum memompa dan menyimpan ASI. Jaga kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan ASI, untuk mengurangi kemungkinan perkembangan bakteri," pungkasnya.