Selasa, 12 September 2017 15:53 WITA

Apa Bedanya Pusing dan Sakit Kepala?

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Apa Bedanya Pusing dan Sakit Kepala?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Pusing dan sakit kepala merupakan dua kondisi yang sering dianggap mirip. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, pusing dan sakit kepala benar-benar berbeda.

Pusing

Pusing merupakan keadaan yang menggambarkan perasaan kehilangan keseimbangan. Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Kliyengan atau lightheadedness

Ini adalah kondisi saat seseorang merasa seperti pingsan, pandangan gelap, lemah, tidak dapat menjaga keseimbangan, serta mual muntah tanpa disertai kepala berputar.

2. Pusing berputar atau vertigo

Vertigo merupakan suatu kondisi di saat seseorang merasa berputar. Entah dirinya yang berputar, atau lingkungan di sekitarnya yang seolah berputar. Kondisi ini biasanya disertai mual, muntah, dan kehilangan keseimbangan.

Berbagai hal yang bisa menyebabkan pusing adalah:

- Infeksi telinga dalam
- Migrain atau sakit kepala sebelah
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
- Kurang sel darah merah dan zat besi (anemia)
- Kekurangan cairan (dehidrasi)
- Stres psikologis dan kecemasan

Sakit kepala

Sakit kepala merupakan rasa nyeri di sebagian atau seluruh area kepala. Rasa nyeri tersebut dapat bersifat tajam, seperti ditindih benda berat atau seperti diikat. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan, mulai dari beberapa menit hingga jam.

The International Headache Society mengelompokan sakit kepala menjadi dua, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder.

1. Sakit kepala primer

Sakit kepala primer merupakan suatu kondisi yang tidak diketahui jelas penyebabnya seperti migrain, sakit kepala tension (tension type headache), dan sakit kepala kluster (cluster headache).

2. Sakit kepala sekunder

Sakit kepala sekunder adalah kodisi yang didasari oleh penyakit lain, seperti adanya tumor di kepala, penyakit infeksi, dan lainnya.

Dilansir klikdokter, sakit kepala dapat disebabkan oleh kondisi di bawah ini:

- Kurang istirahat
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Benturan di kepala
- Infeksi gigi dan rongga mulut
- Sinusitis atau infeksi saluran napas lainnya.