08 September 2017 14:42 WITA

Ayo TANGKAL, dan Turunkan Kolesterol dengan Nutrive Benecol

Editor: Fathul Khair Akmal
Ayo TANGKAL, dan Turunkan Kolesterol dengan Nutrive Benecol

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penyakit jantung kini menjadi momok menakutkan di masyarakat Indonesia. Berdasarkan data survei Sample Registration System (SRS) 2014 di Indonesia, menunjukkan bahwa penyakit jantung telah menjadi penyebab kematian tertinggi. 

Data ini menyebutkan, sekitar 12,9 persen kematian di Indonesia, diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Dan hal ini berpotensi untuk terus meningkat setiap tahunnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati MM mengatakan, untuk mengurangi risiko dan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan turunannya, Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner.

"Sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan karena penyakit jantung koroner di Indonesia dapat diturunkan," katanya.

Dia melanjutkan, penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner, terutama di Indonesia adalah gaya hidup modern. Dan minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha, hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. 

"Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun," katanya.

Mendukung upaya pemerintah memerangi penyakit jantung dan kolesterol, di Tahun 2017 ini,  bersama dengan Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia dan KlikDokter.com, Kalbe Nutritionals ingin meneruskan kesuksesan momentum di tahun 2016 untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi penurunan kolesterol, risiko stroke dan jantung koroner masyarakat Indonesia, lewat rangkaian program Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol. 

Gerakan Jantung Sehat yang diadakan di 5 kota besar di Indonesia selama bulan Juli sampai dengan bulan Oktober.  Di Makassar, kegiatan ini digelar di Four Point Hotel by Sheraton Makassar, pekan lalu.

Program Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 ini, sejalan dengan visi dan misi Kalbe Nutritionals. Yaitu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. 

"Dalam hal ini, melalui rangkaian edukasi dan inovasi produk untuk meminimalisir penderita kolesterol dan jantung koroner di Indonesia,” jelas Diny Elvirani, selaku Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals.

Salah satu seminar Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol dilaksanakan dengan rangkaian edukasi Gerakan Jantung Sehat. Berupa pengenalan pola pikir rendah kolesterol dan rendah risiko penyakit jantung, demo mengenal pola makan dan porsi makan sehat, demo pola gerak sehat praktis sebagai solusi hidup sedentari, serta program deteksi dini kolesterol tinggi dan risiko penyakit jantung koroner. 

"Harapannya, dengan mengenali pola pikir, pola makan, dan pola gerak yang sehat, masyarakat Indonesia dapat berperan aktif menjadi agen perubahan. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan minimal dalam lingkungan keluarga dan sekitarnya,” ungkap Donny Bambang Iryanto, selaku Senior Brand Manager Nutrive Benecol.

Dr Ir Ny Hj A Majdah M Zain Msi (Ketua Yayasan Jantung Indonesia cabang utama Sulawesi Selatan), Rektor Universitas Negeri Makassar, serta Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mengungkapkan, Yayasan Jantung Indonesia cabang utama Sulawesi Selatan sangat peduli dengan tingginya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung di Indonesia

"Dengan mengadakan senam jantung sehat di setiap daerah sampai ke pelosok Sulawesi Selatan, dan terus meningkatkan kembali kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat melalui Panca Usaha Jantung Sehat,” ujarnya.

Melalui kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017, Nutrive Benecol mengajak masyarakat Indonesia untuk bahu membahu dalam menurunkan risiko jantung koroner melalui Gerakan Jantung Sehat. Yaitu mengenal, menurunkan dan mengontrol kolesterol, dengan gaya hidup TANGKAL. 
7 Langkah Tangkal Kolesterol yaitu: 
1. Teratur periksa kolesterol
2. Awasi asupan dan pola makan
3. Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol.
4. Giat Berolahraga dengan senam B-FIT
5. Kendalikan berat badan dan hindari stress
6. Awasi tekanan darah 
7. Lengkapi dengan Nutrive Benecol 2x sehari.

Mengapa Nutrive Benecol harus ada dalam 7 Gaya hidup TANGKAL? Kalbe Nutritionals yang memiliki portfolio pangan fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), melalui brandnya Nutrive Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia.

Plant Stanol Ester merupakan bahan aktif yang mampu memberikan manfaat kesehatan. Dalam hal ini, telah teruji di lebih dari 70 uji klinis dengan latar konsumen berbeda mampu menurunkan kolesterol hingga 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu. Plant Stanol Ester adalah senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol sehingga mampu menggantikan kolesterol dalam proses penyerapan di usus. 

Kesamaan bentuk molekul antara Plant Stanol Esterdan kolesterol, menjadikan proses penyerapan kolesterol oleh usus tergantikan. Artinya, proses penyerapan kolesterol akan berkurang, karena tergantikan oleh Plant Stanol Ester

Rangkaian edukasi yang diadakan, disusun untuk merubah pola pikir melalui seminar mengenai stress oksidatif, memperbaiki pola makan melalui demo masak bersama ahli gizi dan menerapkan pola aktivitas fisik yang dipimpin melalui gerakan senam B-FIT 2.0 yang bermanfaat untuk membakar kolesterol, merelaksasi tubuh (mengurangi stres), membakar kalori dan memperbaiki postur tubuh

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, 42 persen atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari atau, 1 dari 4 penduduk kita, menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menunjukkan bahwa gaya hidup sedentaria adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) padatahun 2008 juga menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karenaobesitas. 
Jika gaya hidup sedentary diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Hidup sehat yang dimaksud adalah gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol serta kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman beralkohol. Hal ini efektif bantu mencegah factor risiko utama penyakit jantung yang meliputi diabetes mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi.

“Kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait oleh proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah dangangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke," kata Dr Vito A Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA, yang juga Pengasuh Redaksi Medis Klikdokter.com.

"Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” jelas tutup dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini, yang juga salah satu narasumber dalam kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017.