Minggu, 13 Agustus 2017 06:00 WITA

Pemanis Buatan Picu Diabetes

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pemanis Buatan Picu Diabetes
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Ilmuan dair Yale University School of Medicine menemukan fakta mengejutkan dari pemanis buatan terhadap otak dan lainnya. Dikutip dari Boldsky.com, Minggu (13/8/2017), tim peneliti itu memindai MRI terhadap 15 subjek tes setelah mereka mengkonsumsi minuman diet.

Dari situ, mereka menemukan bahwa otak mereka menyala seolah-olah mereka telah mengonsumsi minuman manis dan bukan satu tanpa kalori. Penelitian ini menunjukkan, metabolisme tubuh kita tidak sepenuhnya bergantung pada jumlah kalori dari makanan.

Banyak yang percaya jika makanan kaya kalori menghasilkan respons metabolik yang kuat dibandingkan dengan makanan dengan kalori lebih rendah. Kenyataannya, respons metabolik tubuh bergantung pada metabolisme dasar alami individu dan persepsi mereka tentang nilai kalori makanan.

Ini tidak ada hubungannya dengan isi sebenarnya dari makanan yang dikonsumsi. Itulah sebabnya ketika kita makan sesuatu yang manis, tubuh kita merasa bahwa kita telah mengkonsumsi sesuatu yang dapat memberi kita energi.

Pemanis buatan diciptakan untuk membodohi otak dan pemasar minuman diet tidak pernah lupa mengingatkan kita akan fakta ini. 

Sayangnya, mereka akhirnya membodohi otak kita sedikit terlalu banyak. Jadi, ketika tubuh kita tidak menerima kalori yang diharapkannya, ketidakcocokan tersebut menghasilkan konsekuensi berbahaya di pusat penghargaan otak kita. Konsekuensi seperti penambahan berat badan, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.