12 August 2017 17:13 WITA

Studi Baru Menemukan Kita Bisa Belajar saat Tidur

Editor: Suriawati
Studi Baru Menemukan Kita Bisa Belajar saat Tidur
INT

RAKYATKU.COM - Ini adalah impian anak-anak yang terlalu malas untuk belajar, yaitu memakai seperangkat earphone sebelum tidur dan belajar saat terlelap. Berita bagusnya, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa itu benar-benar sebuah kemungkinan. Tapi berita buruknya, semua tidak sesederhana yang Anda bayangkan.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, menunjukkan bahwa ingatan pendengaran dapat terbentuk saat kita tidur, meski hanya pada fase tidur tertentu.

BACA JUGA: Algoritma AI Bisa Pantau Tidur dengan Gelombang Radio

Dalam sebuah percobaan, subyek diteliti dengan menggunakan elektroensefalografik (EEG) dan analisis respon perilaku. Hasilnya, para peneliti menyimpulkan bahwa subjek mempelajari pola suara selama siklus tidur REM. Ini mengacu pada fase tidur yang ditandai dengan gerakan mata yang cepat, yang melibatkan lebih banyak mimpi, gerakan tubuh, dan napas lebih cepat.

Beberapa pembelajaran juga terjadi selama fase tidur N2, yang mengacu pada tahap tidur nyenyak pertama, dimana aktivitas otot menurun. Tapi, pada fase tidur N3, atau tahap tidur yang lebih dalam, terjadi sebaliknya. Artinya, Anda mungkin benar-benar akan melupakan apa yang telah Anda pelajari pada fase N2.

"Kami pikir efek penindasan ini menunjukkan fungsi inti dari tidur, yang memungkinkan otak untuk melupakan," kata Thomas Andrillon, seorang peneliti dalam proyek tersebut, dikutip Digital Trends.

Andrillon juga mengatakan bahwa belajar saat tidur mungkin bukan ide bagus. "Merangsang otak yang tertidur mungkin bisa berefek pada fungsi tidur," katanya.  "Anda mungkin bisa belajar beberapa kata, tapi ini harganya mahal. Bisa jadi biaya itu lebih besar daripada keuntungannya."

Dia menegaskan bahwa dia tetap skeptis terhadap gagasan belajar bahasa dalam tidur karena alasan tadi. Namun, dia mengatakan bahwa ada beberapa jenis pembelajaran yang mungkin dan efektif: seperti menggunakan tidur REM untuk mengkondisikan perokok agar tidak merokok.

Pada akhirnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang ini. Meskipun demikian, ini adalah hal yang menarik tentang cara otak memproses informasi, dan apa yang dicapai melalui istirahat malam yang nyenyak.

Tags